Tampilkan postingan dengan label 16 tenses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 16 tenses. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Past Future Perfect Continuous Tense

Definisi & Kegunaan Past Future Perfect Continuous Tense

Past Future Perfect Continuous Tense adalah Tenses terakhir dalam urutan Tenses Bahasa Inggris. Untuk memahami tenses Past Future Perfect Continuous Tense ini kita harus memahami terlebih dahulu tenses bahasa inggris sebelumnya, yakni: (Present) Future Perfect Continuous Tense. Bila Future Perfect Continuous Tense menggambarkan kejadian yang akan terus berlangsung dari masa lalu hingga saat ini dan yang akan datang, maka Past Future Perfect Continuous Tense adalah bentuk lampau-nya dari Future Perfect Continuous Tense.


 Dari ilustrasi diatas, kita melihat bahwa telah terjadi proses kejadian atau rangkaian kejadian yang terjadi dimasa yang lampau selama kurun waktu tertentu. Dengan demikian ada 2 hal pokok yang ada pada Past Future Perfect Continuous Tense yaitu:
  • Adanya proses kejadian yang sedang berlangsung
  • Lama kejadian tersebut berlangsung.
Kedua point diatas sama persis dengan Future Perfect Continuous Tense dibahasan yang lalu, hanya saja pada Past Future Perfect Continuous Tense, kedua point diatas terjadi dimasa yang lampau (past time). Itu artinya, kejadian tersebut tidaklah berlangsung pada masa sekarang (present time), tapi telah terhenti dimasa yang lampau. Lebih lanjut lagi, terhentinya kejadian tersebut dimasa lampau menyiratkan bagaimana Past Future Perfect Continuous Tense ini digunakan sebagai bentuk pengandaian, dikarenakan kejadian tersebut --- pada kenyataannya --- tidaklah berlangsung/terjadi dimasa sekarang apalagi dimasa yang akan datang.

Mari kita ambil kembali contoh kalimat future perfect continuous tense pada bahasan lalu seperti dibawah ini:

(i) Present Future Perfect Continuous Tense
Phan Diễm Phúc will have been waiting for an hour and a half by the time I meet her.
(Phan Diễm Phúc akan terus menunggu saya selama 1 jam 30 menit sampai saya bertemu dengannya)

Catatan:
will have been diatas dapat ditafsirkan sebagai "akan terus"
yang juga berlaku dalam past future perfect continuous tense.
Akan tetapi ditambah dengan kata "dulu"
sehingga menjadi:
" .... dulu akan terus ...... (would have been)"

Sedangkan dalam bentuk (pola) kalimat Past Future Perfect Continuous Tense, kata bantu "will have been" diganti dengan bentuk past-nya yakni: "would have been" yang dapat ditafsirkan/dimaknai sebagai: "dulu akan terus", "dulu berencana akan terus", "pernah akan terus" atau "dulu pernah berencana akan terus", sehingga menjadi:

(ii) Past Future Perfect Continuous Tense
Phan Diễm Phúc would have been waiting for an hour and a half by the time I meet her.
(Phan Diễm Phúc dulu pernah akan terus menunggu saya selama 1 jam 30 menit sampai saya bertemu dengannya)

Dengan memahami contoh kalimat dari masing-masing tenses diatas (i) future perfect continuous tense dan (ii) past future perfect continuous tense, maka sekarang menjadi jelas, bahwa past future perfect continuous tense adalah bentuk pengandaian atau sekedar menyatakan suatu pengalaman dimasa yang lampau selama kurun waktu tertentu.

Pola Kalimat Past Future Perfect Continuous Tense

Seperti halnya pada present future perfect continuous tense, past future perfect continuous tense juga menggunakan kata bantu modal plus kata bantu perfect tense berupa: would have been.

Future Perfect Continuous Tense => will have been
Past Future Perfect Continuous Tense => would have been


Pola Kalimat Positive pada Past Future Perfect Continuous Tense

subject + would have been + present participle + object/Adverb/complement.
Contoh:
I would have been building a wall for three days.
(Saya dulu pernah berencana akan terus membangun dinding selama 3 hari)

Pola Kalimat Negative pada Past Future Perfect Continuous Tense

subject + wouldn't have been + present participle + object/Adverb/complement.
Contoh:
I wouldn't have been building a wall for three days.
(Saya dulu tidak pernah berencana akan terus membangun dinding selama 3 hari)



Pola Kalimat Interrogative pada Past Future Perfect Continuous Tense

would + subject + have been + present participle + object/Adverb/complement?
Contoh:
Would you have been building a wall for three days.
(Apakah kau dulu pernah berencana akan terus membangun dinding selama 3 hari?)

Penggunaan Kata Keterangan Waktu (Adverb of time) pada Past Future Perfect Continuous Tense

Pada past future perfect continuous tense, kata keterangan waktu (adverb of time) yang digunakan jelas mengandung durasi waktu atau lamanya proses kejadian itu berlangsung dimasa yang lampau, sehingga kita dapat menggunakan bentuk kata keterangan waktu sbb:


for ..................
by the time ..................
by the end of + nama waktu lampau, contoh: by the end of last year.
Since ..................
By the time ..................


Contoh penggunaan kata keterangan waktu diatas:

I would have been finishing the assignment by the end of last week.
(Saya dulu pernah berencana akan terus menyelesaikan tugas itu menjelang akhir minggu yang lalu).

Catatan:
Kata bantu would have been digunakan untuk seluruh jenis subject, baik berupa: I, you, we, they, he, she, it atau padanannya.

Senin, 23 Mei 2016

Future Perfect Continuous Tense

Bagaimana Cara Menggunakan Future Perfect Continuous Tense?

Future Perfect Continuous Tense adalah Tenses yg digunakan untuk menyatakan rencana yang telah dimulai dimasa lalu, berlanjut hingga sekarang dan masih terus berlanjut hingga beberapa waktu tertentu dimasa mendatang.

Contoh kasus & Penggunaan Future Perfect Continuous Tense:
Phan Diễm Phúc mulai menunggu jam 7.00 pagi. Akan tetapi, saya merasa akan terlambat datang dan bilang ke Phan Diễm Phúc bahwa kemungkinan saya akan tiba dan bertemu dengannya paling lambat jam 8.30 pagi. Itu artinya, Phan Diễm Phúc akan sedang menunggu saya kurang lebih 1 jam 30 menit.

Sehingga, kalimat Bahasa Inggrisnya adalah:

Phan Diễm Phúc will have been waiting for an hour and a half by the time I meet her.
(Phan Diễm Phúc akan terus menunggu saya selama 1 jam 30 menit sampai saya bertemu dengannya)
(studi kasus dikutip dari: https://www.englishclub.com/grammar/verb-tenses_future-perfect-continuous.htm)

Dari contoh kasus diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa kejadian menunggu telah dimulai pada jam 7.00 (waktu tertentu yang lalu/perfect tense) dan masih terus tetap menunggu hingga sekarang dan terus hingga 1 jam lebih (waktu tertentu dimasa yang akan datang).
Sehingga makna yang terkandung didalam prase /will have been/ adalah:
"akan terus".

Contoh lainnya:

I will have been learning Vietname language for 3 hours.
(saya akan terus belajar bahasa Vietnam selama 3 jam).

Catatan:
Makna yang terkandung didalam "waktu tertentu yang lalu/perfect tense" diatas, bukanlah dalam makna simple past tense, tapi present perfect tense. Silahkan baca kembali mengenai simple past tense dan perbedaannya dengan present perfect tense.

Perhatikan bagaimana proses kejadian yang terjadi pada Future Perfect Continuous Tense seperti yang diilustrasikan berikut ini:

Future Perfect Continuous Tense | Pelg-grammar


Pada waktu hendak menyatakan sesuatu dalam pola kalimat Future Perfect Continuous Tense haruslah diikuti dengan nama waktu atau Adverb of Time, yang dalam hal ini menggunakan:

For (selama ....)
Since (sejak ...)

Bisa juga diikuti dengan:

by the time ... (menjelang .....)

Pola Kalimat Future Perfect Continuous Tense

Kalimat yang mengandung Future Perfect Continuous Tense terdiri atas 2 jenis pola kalimat, yakni: pola kalimat Nominal dan pola kalimat Verbal. Akan tetapi, khusus pola kalimat nominal future perfect continuous tense sama dengan future perfect tense.

Berikut ini adalah pola Kalimat Verbal dalam Future Perfect Continuous Tense.

Subject + will have been + Present Participle + Object/Complement + Adverb of Time.


Kalimat Positive Verbal Future Perfect Continuous Tense:

Contoh:
She will have been driving for a half an hour by the time she reaches the restaurant.
(Dia akan terus mengendarai mobilnya selama setengah jam menjelang tibanya ia di restoran itu)


Pola kalimat Negative & Interrogative

Kalimat Negative Verbal Future Perfect Continuous Tense:

Keterangan: tambahkan ungkapan negasi /NOT/ pada kata bantu /will/, sehingga menjadi: "will not" atau disingkat menjadi: /won't/. /won't have been/ dapat ditafsirkan sebagai: "tidak akan terus ...."

Subject + will not + have been + present participle + adverb of time

Contoh:
I won't have been waiting for him for longer
(Saya tidak akan terus menunggunya lebih lama lagi).


Kalimat Interrogative Verbal Future Perfect Continuous Tense:

Keterangan: letakkan kata bantu /will/ diawal kalimat atau didepan subject-nya.


Will Subject + have been + present participle + adverb of time ?

Contoh:
Will you have been doing this for an hour?
(Apakah kau akan terus mengerjakan ini selama 1 jam kedepan?)


Catatan:
Kata bantu /will/ digunakan untuk seluruh jenis subject.

I will ---> I won't
You will ---> You won't
We will ---> We won't
They will ---> They won't
He will ---> He won't
She will ---> She won't
It will ---> It won't


Jumat, 20 Mei 2016

Past Future Continuous Tense

Memahami Definisi dan Kegunaan Past Future Continuous Tense

Past Future Continuous Tense disebut juga dengan Past Future Progressive Tense yang digunakan untuk menyatakan kejadian yang telah direncanakan diwaktu tertentu dimasa yang lalu dan diharapkan akan sedang terjadi dimasa mendatang - diwaktu lampau.

Dari definisi diatas kita menemukan 2 hal pokok penting yang dapat kita ambil agar dapat memahami kegunaan tenses past future continuous tense ini, yakni:

  • Kejadian yang telah direncanakan dimasa lampau.
  • Kejadian itu diharapkan akan sedang terjadi dimasa mendatang.

Pertama, setiap tenses Future mengandung rencana - akan terjadi. Jadi, masih dalam wujud rencana dan belum terjadi sama sekali. Kedua, yang dimaksud dengan "akan sedang terjadi dimasa mendatang" itu sbb:

Rencana itu telah dibuat tapi apakah rencana itu berhasil menjadi nyata? jawabnya jelas "tidak", tapi masih dalam proses untuk menjadi kenyataan. Makna dari "dimasa mendatang" diatas adalah "masa mendatang" yang ada dimasa lampau, jadi tidak ada keterkaitannya dengan sekarang (present time). Dengan demikian, past future continuous tense itu menggambarkan bahwa: pernah ada sebuah rencana dulu telah dibuat, sedang diproses agar terjadi dan benar-benar diharapkan menjadi nyata diwaktu-waktu tertentu dimasa mendatangnya diwaktu lampau.

Cara Menggunakan Past Future Continuous Tense

Perhatikan ilustrasi berikut ini!

Definisi dan kegunaan Past Future Continuous Tense dalam Bahasa Inggris


Dari ilustrasi diatas, kita dapat melihat bahwa rencana yang telah dibuat pada tanggal 1 october 2014 masih dalam proses. Dan, "masa mendatang" yang dimaksud pada Past Future Continuous Tense tersebut diumpamakan akan terjadi pada tanggal 12 october 2014. Lebih lanjut lagi, rencana itu tidak pernah terjadi pada waktu sekarang (present time) apalagi dimasa yang akan datang (future time).


Pola Kalimat Past Future Continuous Tense

Untuk menyatakan kejadian seperti yang telah diuraikan diatas, kita harus menggunakan bentuk dan pola kalimat Past Future Continuous Tense, sbb:


Subject + Should/Would + Be + Present Participle + Object/Adverb/Complement


Contoh Kalimatnya:
He would be attending the meeting in the following day.
(Dia akan sedang menghadiri pertemuan itu di keesokan harinya).

Untuk memahami contoh kalimat diatas, berikut ini adalah contoh kontekstualnya dlm wujud dialoq:

Kartika: Adrian told me that he would be attending the meeting in the following day.
(Dia bilang ke saya katanya dia akan menghadiri pertemuan itu keesokan harinya).
Shinta: Yes, In fact, he didn't.
(rencananya emang gitu sih, tapi nyatanya enggak jadi tho).

Keterangan dan Penjelasan contoh dialog diatas:
Sebulan yang lalu, Adrian pernah bilang ke Kartika bahwa Adrian akan menghadiri pertemuan itu lusa depannya ("lusa depan" ini maksudnya ya sebulan yang lalu). Tapi pas lusa tiba ternyata Adrian tidak jadi datang padahal sudah direncanakan oleh Adrian yang diharap-harapkan jadi menghadiri pertemuan itu.
Itulah sebabnya, Shinta mengatakan: "he didn't". Ingat! bahwa kata bantu /didn't/ adalah bentuk negatif dari pola kalimat simple past tense. Itu artinya, kenyataan (in fact) berupa /didn't/ alias batal atau tidak jadi datang juga dimasa lampau. Bila diwaktu lampau faktanya tidak terjadi, apalagi pada waktu sekarang (present time) dan masa yang akan datang (future time).


1) Bentuk kalimat negative (Negative Sentence) adalah dengan menambahkan ungkapan negasi berupa "NOT" diakhir kata bantu modal berbentuk past tersebut:

Would not
Should not
atau,
Wouldn't
Shouldn't

Contoh:
They shouldn't be walking yesterday.

2) Bentuk kalimat tanya (Interrogative Sentence) dari Past Future Continuous Tense ini yaitu dengan meletakkan kata bantu /would/ atau /should/ diawal kalimat.

Contoh:
Would he be working all day yesterday?

3) Penggunaan would/should bergantung pada jenis subject. Lihat bahasan mengenai Past Future Tense.


Adverb of Time pada Past Future Continuous Tense

Kita dapat menggunakan semua bentuk dari kata keterangan waktu yang sering digunakan pada tenses serba Past, serba Present dan serba Future, seperti:

Yesterday
This morning
Now
At present
Today
In the following day
Tomorrow
dsb.

Contoh:
I hope you would be waiting for me today.
She told me that she would be working all day tomorrow.

#Lebih dalam Mengenai Would dan Should

Dibanyak penerapannya dalam wujud percakapan bahasa inggris, penggunaan would atau should seringkali digunakan berdasarkan keadaan dari pembicara (speaker) tersebut, diantaranya:

Obligation (Keharusan/Kewajiban)
Prediction (Perkiraan)
Plan (Rencana)
Expectation (Harapan)


Contoh:
You should be watching the program to be reviewed in that class. (Obligation)

Dengan demikian, penggunaan /should/ lebih mengarah pada bentuk penegasan akan pentingnya suatu rencana. Sedangkan /would/ sering digunakan untuk mengungkapkan suatu rencana, harapan ataupun perkiraan/ramalan.

Jumat, 13 Mei 2016

Past Future Perfect tense

Memahami Pengertian dan Kegunaan Past Future Perfect Tense.

Past Future Perfect Tense digunakan pada saat kita hendak mengungkapkan kejadian (bisa dalam bentuk niat semata, rencana, perkiraan untuk melakukan/menyelesaikan sesuatu) yang akan telah terjadi dimasa yang lampau - tapi, faktanya sekarang tidaklah terjadi. Dengan kata lain, kejadian itu benar-benar tidak terjadi sehingga kejadian tersebut hanya bersifat pengandaian atau berandai-andai (baca: conditional) sehingga tenses past future perfect tense ini seringkali digunakan dalam pola kalimat pengandaian Tipe ke-III (Conditional Sentence Type III).

Makna dari definisi diatas, yaitu: "akan telah terjadi dimasa yang lampau" maksudnya adalah:

"Kejadian tersebut sebelumnya memang telah direncanakan, diperkirakan atau diniatkan agar benar-benar bisa terjadi dimasa yang lampau, tapi sangat disayangkan - karena banyak faktor yang menghalangi, sehingga - kejadian yang telah direncanakan itu faktanya tidak terjadi, jadi rencana itu hanya tinggalah menjadi rencana semata dan tidak pernah terlaksana. Kesemua itu terjadi di waktu yang lampau/lalu (in the past time)." 

Contoh Situasi Kejadian:
(Situasi: Kamu baru saja pulang dari kuliah. Bersama teman-teman kuliah, kalian mampir di kantin seberang jalan dari kampusmu sekarang yaitu Kampus Swasta yang lumayan terkenal di Jakarta.)
Kemudian kamu terlibat obrolan bersama teman-temanmu sbb:

Shinta: "Kenapa ya sekarang dosennya jarang banget dateng?"
Rudi: "Gak tau tuh. Nyesel aku kuliah disini.
Kamu: "Dulu rencananya aku mau mendaftar di Universitas Indonesia, tapi gak diterima".
Shinta & Rudi: "Sama, abisnya, skor tes-penerimaanku gak cukup".

Kalimat /Dulu rencananya aku mau mendaftar di Universitas Indonesia/ adalah kalimat yang mengandung Past Future Perfect Tense yang dikuatkan//ditegaskan oleh kalimat selanjutnya, yaitu: /tapi, gak diterima/. Ungkapan dalam kalimat itu, faktanya: tidak terjadi --- buktinya, kamu sekarang tidak kuliah di Universitas Indonesia dan malah menjadi mahasiswa di universitas swasta tersebut.

Akhirnya "kuliah di Universitas Indonesia dan menjadi mahasiswa disana" hanya berupa khayalan saja, dan dengan menyatakan ungkapan tersebut berarti kamu sudah berandai-andai. Mengenai apa hambatannya yang membuat gagal menjadi mahasiswa disana tidaklah penting. Yang menjadi fokus perhatian adalah bahwa rencana dimasa lampau itu pada akhirnya --- atau faktanya --- tidaklah terjadi atau gagal.

Perhatikan ilustrasi berikut ini!

Past Future Perfect Tense | Pelg-grammar


Pola Kalimat Past Future Perfect Tense

Pola/struktur kalimat past future perfect tense terdiri atas 2 jenis pola dasar, yakni:

1. Past Future Perfect Tense: Pola Nominal Sentence

Subject + Would/Should + Have + Been + Complement

Contoh:
(+) You would have been late ..................
(-) You wouldn't have been late ..................
(?) Would you have been late ..................?

Catatan:
Pada pola kalimat negatif, tambahkan NOT pada kata bantu modal "would" dan bukan "have".
would + not = would not atau wouldn't.

Contoh penggunaan:
If you had reminded me, I wouldn't have been late.
(Andai saja dulu kau mengingatkanku, saya tidak akan terlambat).
Faktanya: saya telah terlambat 100%.

2. Past Future Perfect Tense: Pola Verbal Sentence

Subject + Would/Should + Have + Past Participle + Object/Adverb/Complement

Contoh:
(+) I would have attended the class.
(-) I wouldn't have attended the class.
(?)  Would you have attended the class?


Penjelasan:
Kata bantu yang digunakan pada Past Future Perfect Tense ini berupa: /would/ atau /should/ yang digabungkan dengan kata bantu berupa: /have/ dimana, semua bentuk kalimat --- baik nominal maupun verbal, dalam pola positive, negative, ataupun interrogative, dan untuk seluruh subject tetap menggunakan kata bantu "have" dan bukan "has". Dengan kata lain, kata bantu "has" tidaklah digunakan pada Past Future Perfect Tense ini, terkecuali pada kata bantu /would/ atau /should/ yang penggunaannya bergantung pada jenis subjectnya dan sama aturannya dengan tenses: Simple Future Tense (will/shall).


Past Perfect Tense dan Past Future Perfect Tense

Seperti yang telah disinggung diatas sebelumnya bahwa pola kalimat Past Future Perfect Tense seringkali digunakan bersamaan dengan Past Perfect Tense. Hal ini bertujuan agar kalimat yang mengandung Past Future Perfect Tense menjadi kontekstual alias lebih mudah dipahami dengan adanya keterkaitan kronologi dari kejadian lainnya yang terjadi sama-sama dimasa yang lampau.

Contoh:
I would have worked in this company if you had permitted me.
(Mungkin saya sudah bekerja di perusahaan ini andai saja kamu mengizinkan saya).


Pada contoh diatas, terdapat kata penghubung (conjunction) berupa: "IF" sebagai penegas adanya bentuk pengandaian dalam konteks tersebut yang terkait dengan kejadian lain (dalam bentuk: Past Perfect Tense) berupa: /if you had permitted me/.

Lihat dan baca kembali bahasan yang lalu mengenai:
a) Conditional Sentence Type 3, dan
b) Adverbial Clauses.


Past Future Perfect Tense: Penggunaan Adverb of Time & Conjunction

Adapun bentuk kata keterangan waktu (adverb of time) dan conjunction yang sering digunakan pada Past Future Perfect Tense ini mengikuti Past Perfect Tensenya.

Diantaranya adalah:

if .............
last ...........

yesterday,
tonight
before ..............
after .........

dsb.


Terkadang, bentuk Simple Past Tense dapat digunakan bersamaan dengan Past Future Perfect Tense.
Contoh:
They should have arrived on time before the program began.
(Mereka seharusnya sudah tiba tepat waktu sebelum acara itu dimulai).
Faktanya: tidak tiba atau tiba tapi tidak tepat waktu.

atau, hanya menggunakan pola Past Future Perfect Tense dengan Adverb of Time, contohnya berupa: "yesterday".
Contoh:
We should have followed the exam yesterday.
(Kita seharusnya sudah mengikuti ujian itu kemarin).

Penggunaan Modal Auxiliary Menggunakan Pola Past Future Perfect Tense

Contoh:
I might have been in USA.
(Mungkin saya sudah berada di USA).

I must have been successful.
(Pasti saya sudah berhasil).

You should have worked for PT.AA.
(Kamu seharusnya sudah bekerja di PT.AA).

She could have helped us.
(Bisa jadi dia telah membantu kita).

Penjelasan:
Penggunaan Modal Auxiliary dalam bentuk Past diatas memiliki fungsi dan makna yang sama dengan pola aslinya dari Past Future Perfect Tense, hanya saja menggunakan kata bantu modal lainnya sebagai variasi. Tapi, faktanya tetap tidak terjadi/gagal dan hanya berandai-andai semata.

Present Perfect Continuous Tense

Definisi & Kegunaan Present Perfect Continuous Tense

Present Perfect Continuous Tense disebut juga Present Perfect Progressive Tense. Present Perfect Continuous Tense mengacu pada suatu kejadian yang telah dimulai dimasa yang lampau pada waktu tertentu dan masih berlangsung hingga sekarang. Jadi, bila ingin mengatakan suatu kejadian yang telah dimulai dimasa lampau tapi masih berlangsung hingga sekarang, gunakanlah present perfect continuous tense.

Present Perfect Continuous Tense | Pelg-grammar

Contoh:
Ahmad Solihin has been staying in this city for three months.
(Ahmad Solihin telah tinggal di kota ini selama 3 bulan).

Kalimat diatas menggunakan tenses Present Perfect Continuous Tense. Makna dari (has been staying/telah tinggal) dan (for three months/selama 3 bulan) mengandung pengertian bahwa: Ahmad solihin telah tinggal dikota itu sejak 3 bulan yang lalu terhitung dari sekarang dan masih tinggal dikota itu hingga detik ini dan, tidak diketahui apakah akan tetap tinggal hingga besok, nanti, minggu depan, bulan depan atau dimasa yang akan datang.

Jadi bila digambarkan kembali kronologi kejadian diatas, maka:



Present Perfect Progressive Tense

Pola Kalimat Present Perfect Continuous Tense

Seperti halnya pada tenses lainnya, present perfect continuous tense juga memiliki 2 jenis kalimat dasar, yakni dalam wujud pola kalimat nominal dan verbal present perfect continuous tense.
Akan tetapi, untuk pola Kalimat Nominal Present Perfect Continuous Tense menggunakan pola yang SAMA dengan Present Perfect Tense.

Berikut ini adalah pola kalimat Verbal pada Present Perfect Continuous Tense.

Pola Kalimat Verbal Present Perfect Continuous Tense

Subject + Have/Has + Been + Present Participle + Object/Adverb/Complement

Keterangan:
Present Perfect Continuous Tense menggunakan auxiliary (kata bantu) "have" atau "has" dalam bentuk present. Adapun mengenai penggunaan kata bantu "have"/"has", sbb:
--- Bila subject-nya berupa: I, you, we, they atau padanannya, maka gunakanlah kata bantu: "HAVE".
--- Bila subject-nya berupa: He, she, it atau padanannya, maka gunakan kata bantu: "HAS".

Contoh:
I have been typing the paper for one week.
(Saya telah mengetik paper itu selama 1 minggu-an)

She has been working for Pelg-grammar as an author for 2 years.
(Dia telah bekerja di Pelg-grammar sebagai penulis selama 2 tahun).

Kalimat Negative:

Pembentukkan kalimat negatif pada present perfect continuous tense yakni: menambahkan ungkapan negasi berupa /NOT/ pada kata bantu "have/has", sehingga menjadi:

have not (atau, haven't)
has not (atau, hasn't)

Contoh:
She hasn't been working for pelg-grammar for two years.
(Dia belum bekerja di Pelg-grammar selama 2 tahun itu).

! Catatan: Pada kalimat negatif ini --- dalam menghayati kronologi kejadiannya, terletak pada ungkapan /for two years/. Jadi, fokus perhatian kita harus mengarah ke Adverb of Time (keterangan waktunya) yaitu: 'for two years' dan bukan prase kata kerjanya /working for Pelg-grammar/.
Dalam Present Perfect Continuous Tense ini, yang menjadi pokok/ide penggunaan adalah durasi/lama seseorang itu terikat dengan kejadian yang diawali dimasa lampau hingga saat ini. Jadi, kata kerja yang merupakan inti kejadian tidaklah begitu diperhatikan.
Bilamana kata kerjanya yang menjadi fokus perhatian maka, Present Perfect Tense atau Past Perfect Tense yang akan kita gunakan dan bukan Present Perfect Continuous Tense.
Kunci Pemahaman: semua tenses yang mengandung "continuous/progressive" terikat kuat dengan masalah "waktu".

Interrogative Sentence:

Dalam pola kalimat Interrogative atau Yes-no Question pada Present Perfect Continuous Tense, kata bantu "have/has" diletakkan didepan subject atau diawal kalimat.

Contoh:
Have you been sailing to Indonesia for a year?
(Apakah anda telah berlayar ke Indonesia selama 1 tahun-an?)


Present Perfect Continuous Tense: Adverb of Time

Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa present perfect continuous tense terfokus pada kronologi kejadian yang terkait erat dengan waktu kejadiannya --- lamanya proses hingga sekarang.
Present perfect continuous tense untuk itu menggunakan kata keterangan waktu (adverb of time) dalam bentuk sbb:

for + nama waktu (selama ..........)
recently (akhir-akhir ini/belakangan ini)
lately (akhir-akhir ini/belakangan ini)
since (sejak ..................)
since last (sejak ............ yang lalu)

Contoh penggunaan:
My son has been working for Google,Inc. since last January this year.
(Anakku telah bekerja di perusahaan Google sejak januari lalu di tahun ini).

Recently, I have been writing a novel.
(Akhir-akhir ini, saya telah menulis sebuah novel).
(maksudnya: belakangan ini, saya lagi menulis sebuah novel hingga detik ini dan belum selesai menulisnya).

Penggunaan /lately/ sering diletakkan diakhir kalimat.
Contoh:
I have been running a business lately.
(Saya telah menjalankan sebuah bisnis akhir-akhir ini).

/Lately/ dapat pula diletakkan didepan kata kerja present participlenya:
Contoh:
I have been lately running this business.

Has she been swimming for the last 5 hours?
(Apakah dia telah berenang selama 5 jam terakhir --- dan sekarang belum selesai berenangnya?)


................................
Kita juga dapat menggunakan present perfect continuous tense untuk tujuan yang bersifat umum dan sudah dimaklumi oleh banyak orang saat itu (in the present time).
Contoh:
Well, It's been raining.
(Wah, masih hujan juga nih).

Konflik Penggunaan Tenses: Present Continuous Tense versus Present Perfect Continuous Tense

Dalam bentuk percakapan terkadang banyak penutur asli lebih suka menggunakan present continuous tense untuk mengungkapkan kejadian yang sama persis dengan present perfect continuous tense.

(Situasi: Fidia telah tinggal di suatu kota sejak 5 tahun yang lalu dan hingga sekarang masih tinggal/menetap disitu. Linda adalah sepupunya Fidia dan juga bersamaan tinggal di kota itu sejak 5 tahun yang lalu ...)

Robert: how long have you been living here?
Fidia: since 5 years ago.
Robert: Is she living with you? (keterangan: /She/ menunjuk pada sepupu Fidia yaitu: Linda)
Fidia: yeah.

Contoh yang lebih ekstrim:
Are you staying here for one month?
How long are they doing the work?


Dari contoh diatas, Robert tidak lagi bertanya dengan menggunakan present perfect continuous tense --- semisal: "Has Linda been living with you?" tapi, justru present continuous tense yang digunakan --> "Is she living with you?".
Bila ditanyakan yang mana yang benar, maka: secara grammatical atau berdasarkan kaidah grammar bahasa inggris, maka opsi present perfect continuous tenselah yang harus digunakan. Yang penting diingat adalah, kesalahan penggunaan tenses dapat menimbulkan kesalahpengertian antara pembicara dan lawan bicara.