Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2016

Participial Phrases: Definisi & Cara Memahaminya

Definisi Participial Phrases

Secara definitif, Participial Phrases adalah sekelompok kata yang terdiri atas: present participle atau past participle dan object/complement. Bila participial phrases disebut sebagai "phrases", itu berarti, participial phrases bukanlah kalimat. Memahami definisi diatas, kita dapat menemukan 2 unsur pokok pembangun Participial Phrases, yakni:

  1. Present Participle + Object/Complement
  2. Past Participle + Object/Complement
Contoh:
Opening the door (Present participle)
Driven by a monkey (Past participle)

Pada contoh diatas, dapat dilihat dimana kata /opening/ adalah present participle dengan /the door/ sebagai objectnya. Kata /driven/  sebagai past participle dengan a /monkey/ sebagai objectnya.
Dikarenakan statusnya sebagai phrase (prase) berarti participial phrases tidaklah dapat berdiri sendiri, jadi harus membutuhkan unsur lain yang dalam hal ini berbentuk main clause.

Contoh:

Opening the door, the girl suddenly screamed.

(i) Opening the door = participial phrases.
(ii) the girl suddenly screamed = main clause.

Perhatikan bahwa kedua unsur diatas (i) dan (ii) dipisahkan oleh tanda koma (,).

Lebih Lanjut Mengenai: Fungsi Participial Phrases

Participial phrases berfungsi/berkedudukan sebagai kata sifat (adjective) yang menerangkan secara langsung kata bendanya.

Contoh:
The water flows slowly clogged by a lot of garbage.
(Air itu mengalir secara perlahan karena tersumbat banyaknya sampah).
Keterangan:
Participial phrase dengan /clogged/ berbentuk past participle.
/clogged by a lot of garbage/ menerangkan /the water/.

Contoh lain:
Jumping down from the bridge, the boy got drowned.
(Setelah/karena melompat dari jembatan, anak itu tenggelam).
Keterangan:
Prase /jumping down from the bridge/ menerangkan kata benda /the boy/.


Perbedaan antara Gerund dan Participial Phrases

Sebenarnya, gerund dan participial phrases tidak dapat dibedakan oleh karena gerund adalah bentuk akhiran -ing yang dibahas dalam satu kesatuan kalimat, sedangkan participial phrases lebih bersifat khusus mengarah pada bentuk prase yang menggunakan -ing form (bentuk -ing).
Akan tetapi, kita fokus pada bagaimana cara membedakan bentuk -ing pada gerund dan -ing pada participial phrases, seperti berikut ini:

1) Gerund berkedudukan sebagai kata benda (Noun)
2) Participial phrases berkedudukan sebagai kata sifat (Adjective)

Contoh:
(i) Turning off the television, Bella goes to sleep.
(Setelah mematikan TV, Bella langsung tidur).

(ii) Turning off the television makes her sleep soundly.
(Dengan mematikan TV membuatnya tidur nyenyak)

Pada contoh (i) prase /turning off the television/ adalah participial phrases dengan ditandai (dipisahkan oleh) tanda "koma" yang memisahkannya dengan main clausenya /Bella goes to sleep/. Artinya, participial phrases terpisah dengan main clause-nya. Sedangkan pada gerund, prase /turning off television adalah bentuk gerund sebagai subject yang sekaligus menjadi subject dari kata kerja /makes/.

#Pengujian Korelasi Participial Phrases dan Gerund

Bila prase /turning off television/ dihapus dari struktur diatas (baik (i) maupun (ii)) maka, pada kalimat yang mengandung participial phrases didalamnya tidak akan mengubah makna atau menimbulkan kebingungan yang berarti dikarenakan main clause /Bella goes to sleep/ terpisah dari phrasenya /turning off television/. Berbeda halnya dengan struktur gerund, /turning off television/ merupakan bagian yang tak terpisahkan dari /makes her sleep soundly. Jadi, bila /turning off television/ dihilangkan, maka /makes her sleep soundly/ akan membingungkan dan menjadi tidak jelas maknanya karena tidak diketahui penyebab tidurnya menjadi nyenyak.

#Kesimpulan

- Participial phrases adalah prase dan terpisah dari main clausenya.
- Gerund sebagai subject merupakan bentuk subject yang menjadi bagian utama bangunan kalimat.


Related Lesson:
Perbedaan antara present participle dan gerund.

Bentuk-bentuk dan Posisi Participial Phrase dalam Kalimat Bahasa Inggris

Ada beberapa bentuk participial phrases dalam Bahasa Inggris, yakni dengan menggunakan tanda baca (punctuation) berupa "koma" dan tanpa tanda baca. Tanda baca "koma" tersebut bisa diawal main clausenya maupun diakhirnya.

#Participial Phrases dengan tanda koma:

Contoh::
Interviewed by a manager, the man was promoted by his director.
The man was promoted by his director, Interviewed by a manager.

#Participial Phrases tanpa tanda koma:

Contoh:
The man interviewed by a manager was promoted by his director.

Rumus Participial Phrases

Secara lengkap, bentuk participial phrases dirumuskan, sbb:

Participial Phrases + , + Main Clause
Main Clause + Participial Phrases
Main Clause + , + Participial Phrases


#Tambahan: Cara Memahami Participial Phrases dari sudut makna

Agar lebih bisa memahami penggunaan participial phrases dalam kalimat bahasa inggris, ada baiknya kita menambahkan makna tersembunyi dibalik -ing yang berarti: "setelah" atau "karena" --- terkadang tanpa makna apapun.
More discussion about participial phrases.

Rabu, 12 Oktober 2016

Memahami Perbedaan, Penggunaan Have, Has & Had

Perbedaan antara Have, Has dan Had

Sebenarnya, masalah ini sudah dibahas secara tidak langsung di Present Perfect, Past Perfect Tense dan lainnya. Hanya saja, kali ini kita akan membahas perbedaan antara Have, Has dan Had dan bagaimana cara memahaminya agar dapat menggunakannya dalam Bahasa Inggris; baik tulisan (writing) maupun percakapan (speaking).

Memahami Have, Has dan Had harus memahami tenses terlebih dahulu dan bagaimana tenses memperlakukan ketiganya dalam membentuk pola kalimat bahasa inggris. Secara mendasar, Have dan Has adalah bentuk Present dan Had adalah bentuk Past.


Perbedaan antara Have, Has dan Had dan Bagaimana cara menggunakannya dalam kalimat bahasa inggris


Hubungannya dengan subject kalimat, kata /Have/ digunakan untuk subject; I, you, we dan they atau padanannya, /Has/ digunakan untuk subject; He, she dan it atau padanannya. Sedangkan kata /Had/ digunakan untuk seluruh jenis subject dan padanannya. Ketentuan ini berlaku diseluruh struktur dan pola kalimat bahasa inggris tanpa terkecuali.

Fungsi dan Kedudukan Have, Has dan Had

Selanjutnya adalah mengenal dan memahami fungsi/kedudukan kata /have/, /has/ dan /had/ tersebut didalam membentuk pola kalimat tertentu, yakni:

  1. Have, Has dan Had dapat berfungsi sebagai Kata Kerja Lexical
  2. Have, has dan had dapat pula berfungsi sebagai kata bantu.

#Have, Has dan Had sebagai Kata Kerja (Lexical Verb)

Sebagai Lexical verb, kata /have/, /has/ dan /had/ adalah kata kerja utuh yang memiliki arti/makna yang jelas.
Contoh:

I have a book
(Saya mempunyai sebuah buku).

Pada contoh diatas, kata kerja /have/ menduduki posisi sentral/vital dalam kalimat itu sebagai lexical verb.
Contoh lain:

She has an umbrella.
They had breakfast two minutes ago.

#Have, Has dan Had sebagai Kata Bantu (Auxiliary Verb)

Sebagai Auxiliary Verb, kata /have/, /has/ dan /had/ memiliki fungsi sebagai kata bantu didalam pembentukkan pola kalimat verbal present perfect tense dan past perfect tense.


(a) Verbal Present Perfect Tense
Contoh:
I have sent the letter.
She has paid the bill.


(b) Verbal Past Perfect Tense
Contoh:
I had called him.

Studi Kasus:
Perhatikkan contoh kalimat berikut ini!

(i) I have had many jackets to sell.
(ii) She has had some coins.
(iii) We had had a chance.

Pada kalimat (i) dan (ii), pola kalimat yang digunakan adalah Present Perfect Tense dan pada kalimat (iii) pola kalimatnya adalah Past Perfect Tense. Ketiganya berpola verbal.
Kata /have/, /has/ dan /had/ pertama berkedudukan sebagai Auxiliary Verb. Sedangkan kata /had/ kedua atau didepan object-nya adalah lexical verb bentuk ketiga atau Past Participle.

Untuk lebih jelas, perhatikan gambaran visual berikut ini!

Have, has dan had sebagai Auxiliary verb dan lexical Verb | Pelg-grammar

#Had menjadi bagian dari Bentuk Auxiliary

/Had/ banyak digunakan sebagai bentuk auxiliary bentuk lain seperti;
"had better" yang berarti: lebih baik.

Contoh:
I had better go.
(Saya lebih baik pergi).

Dimana had better adalah bentuk auxiliary yang harus diikuti oleh Bare-Infinitive atau kata kerja berbentuk present tanpa mendapat imbuhan apapun. Selain itu, had better menggunakan seluruh jenis subject dan padanannya tanpa adanya perubahan pada /had better/ dan kata kerja dibelakangnya.

Jumat, 30 September 2016

Memahami Adjectives Order | Order of Adjectives

Pengertian Adjectives Order Bahasa Inggris

Adjective Order dalam Grammar Bahasa Inggris adalah bentuk susunan 2 kata sifat atau lebih yang tersusun berdasarkan tujuan deskriptif agar kata benda (noun) yang diterangkannya memiliki informasi lebih jelas dan lebih mudah dipahami.

Berdasarkan definisi adjective order diatas, dapat kita sederhanakan bahwa adjectives order termasuk Prase (Phrase) dimana ada:

Adjective + Noun

Dalam hal ini, Noun (kata benda) berkedudukan sebagai head-word atau, kata inti yang menjadi obyek dari modifier-nya yaitu; kata sifat. Dengan kata lain, kata benda (head-word) itu diterangkan oleh kata sifat yang ada didepannya.

Contoh prase:

good job
slow motion
big deal
best student

dimana, kata /good/, /slow/, /big/, dan /best/ adalah kata sifat (adjectives) yang menerangkan kata bendanya (head-word) berupa; /job/, /motion/, /deal/, dan /student/.


Cara Menggunakan Adjectives Order

Pada adjectives order, kata sifat terdiri atas; lebih dari 2 buah. Kata sifat itu tersusun sedemikian rupa berdasarkan alasan tertentu yaitu; "bagaimana caranya agar lawan bicara dapat lebih memahami apa dan bagaimana sebenarnya benda yang diterangkannya itu"

Contoh Kasus;
Pada kalimat dibawah ini, terdapat kata benda (calon head-word) berupa /a man/ yang akan kita gunakan dalam pola adjectives order ini;

Faradillah saw a man near the garage last night.
(Faradillah melihat seorang laki-laki didekat garasi malam kemarin).

Dari contoh kalimat diatas, kata benda /man/ tidak jelas informasinya. Misalnya saja anda juga melihat ada seorang laki-laki (a man) berada didekat garasi tadi malam. Kemudian anda menerangkan mengenai apa dan bagaimana laki-laki itu agar lawan bicara bisa mendapat informasi lebih dari sosok laki-laki itu. Disinilah adjectives order berlaku dan penting untuk digunakan.

Berikut ini adalah tata urutan bagaimana kata sifat memberi informasi lebih mengenai kata benda /a man/ tsb:

an old man
(Seorang laki-laki tua)

a handsome, old man
(seorang laki-laki tua yang tampan)

a handsome, tall, old man.
(seorang laki-laki tua, tinggi dan tampan)

a handsome, tall, old, javanese man.
(seorang laki-laki jawa, tua, tinggi dan tampan).

Dengan adanya kata sifat - kata sifat tersebut, maka head-word /man/ menjadi lebih jelas. Dengan kata lain, seluruh kata sifat yang ada tersebut menerangkan kata benda /man/ agar kata benda menjadi lebih jelas.

#Adjectives Order dilihat sebagai Aspek Gramatikal

Dengan digunakannya rentetan kata sifat diatas, bukan berarti tanpa aturan. Grammar Bahasa Inggris telah mengatur tata urutan kata sifat manakah yang harus lebih dulu digunakan, kemudian diikuti oleh kata sifat - kata sifat lainnya sedemikian rupa sehingga disebut dengan Adjectives Order atau Order of Adjectives.

Bila melihat contoh terakhir tersebut maka kita mendapatkan gambaran tata susunan kata sifat tersebut yaitu:

  • "a" (disebut sebagai artikel (articles) yang "turut" menerangkan kata benda /man/. Dengan adanya article "a" kita mengetahui bahwa hanya ada satu laki-laki didekat garasi tersebut. Karena sifatnya "Menerangkan" jumlah dari laki-laki tersebut, maka article "a" tersebut juga berkedudukan sebagai kata sifat yang dalam hal ini bertindak sebagai "determiner".
  • "handsome", adalah kata sifat yang berfungsi untuk menggambarkan fisik seseorang berdasarkan penglihatan (observation) atau dapat juga sebagai bentuk opini (opinion) mengenai kriteria ketampanan seorang laki-laki.
  • "tall", adalah gambaran fisik yang dilihat dari aspek ukuran (size) fisik tubuh seseorang.
  • "old", adalah cara mengungkapkan usia atau umur (age) seseorang.
  • "javanese", bisa diartikan "suku jawa" atau "orang jawa". Kata "suku" atau "orang" mengacu pada asal seseorang atau tempat asal, tempat adat, suku, etnik dari suatu suku bangsa atau negara (origin).

Dengan gambaran diatas dapat diurutkan susunan bentuk kata sifat yang harus digunakan, yakni:

  • determiner (a)
  • observation/opinion (handsome)
  • size (tall)
  • age (old)
  • origin (javanese)

Determiner + observation/opinion + size + age + origin + head-word
(a handsome, tall, old, javanese man).


Susunan Baku Adjectives Order Bahasa Inggris

Dengan kebiasaan penggunaan susunan kata sifat diatas, akhirnya, grammar bahasa inggris mengatur susunan kata sifat (adjectives order) dengan susunan sistematis seperti berikut ini:

Susunan Baku Adjective Order itu adalah:

determiner + observation/opinion + size + shape + age + color + origin + material + qualifier + head-word/noun.

Keterangan tambahan:
Contoh [shape], yaitu: square, triangle, short dsb. (mengacu pada bentuk dimensi dari kata bendanya).
Contoh [color], yaitu: blue, yellow, black, dsb (mengacu pada warna-warna dari kata bendanya)
Contoh [material], yaitu: silk, iron, gold, dsb (mengacu pada wujud materi/bahan kata bendanya).
Contoh [qualifier], yaitu: cooking, english, dsb (mengacu pada bentuk spesifik dari kata bendanya).

Contoh:
a square frame (sebuah bingkai yang berbentuk persegiempat).
a yellow book (sebuah buku yang berwarna kuning).
a gold ring (sebuah cincin yang terbuat dari bahan emas).
an English book (sebuah buku bahasa inggris).

Catatan:
Qualifier selalu berbentuk kata benda (noun) yang memberi makna lebih spesifik atas kata benda intinya.
Tidak semua kata sifat yang ada dalam susunan itu digunakan semua. Intinya, bergantung pada anda yang mengucapkannya, akan tetapi secara gramatikal tata susunan kata sifat tersebut bersifat baku. Itu artinya, bila ingin menggunakan adjectives order dalam sebuah kalimat, maka gunakanlah susunan adjectives order baku tersebut.


Senin, 19 September 2016

Kegunaan kata "TOO" dalam Bahasa Inggris

Cara Menggunakan kata "TOO"

Dalam bahasa inggris, kata "Too" digunakan baik sebagai adverb of quality maupun sebagai agreement.
Sebagai adverb of quality, kata "too" berarti harus dikaitkan dengan kata sifat (adjective).


Contoh adverb of quality selain /too/, yakni:
so (begitu), very (sangat/sekali), enough (cukup), much (e.g. much better), rather (agak), fairly (agak), dsb.

1. Too sebagai Adverb of Quality


Too + Adjective

Contoh:
I am too old to learn English.
(Saya terlalu tua untuk Belajar Bahasa Inggris).
Dalam hal ini, /too/ pada pola kalimat diatas ditafsirkan sebagai "terlalu".
Contoh lain:

Too easy (terlalu mudah)
Too stupid (terlalu bodoh/konyol)
Too fat (terlalu gemuk)
Too low (terlalu rendah)
dsb.

Perhatikan bahwa kata /easy/, /stupid/, /fat/, atau /low/ adalah kata sifat (adjective).


2. Too sebagai bentuk Agreement

Sebagai bentuk Agreement, kata "Too" berarti "juga" atau dapat diinterpretasi sebagai "juga".
Contoh:

I am too.
(Saya juga).

I do too.
(Saya juga).

Catatan:
Penggunaan to be /am/ atau auxiliary /do/ pada kedua contoh diatas jelas bergantung pada bentuk kata kerja yang digunakan pada ungkapan sebelumnya atau statement.

Contoh:
She is a student and I am too.
Ungkapan sebelumnya adalah /She is a student/ yang menggunakan kata kerja structural berbentuk be (yaitu: /is/).

Contoh lain:
She loves Indonesia and I do too.
Ungkapan sebelumnya adalah /She loves Indonesia/ yang menggunakan kata kerja lexical berbentuk present simple sehingga auxiliary yang harus digunakan pada pola agreement-nya adalah /do/.

Menyimak penjelasan diatas, kita dapat melihat struktur /too/ sebagai bentuk agreement, yaitu:

Subject + Auxiliary + TOO


Tambahan:
Kita juga dapat menggunakan kata "so" sebagai pengganti dari kata "too", hanya saja, kata "so" diletakkan didepan kata bantu (auxiliary), sehingga menjadi:

So + Auxiliary + Subject

Contoh:
So do I (saya juga).

Contoh lain:
He drives the car and so do I.
(Dia mengemudikan mobil dan saya juga).


Rabu, 31 Agustus 2016

Negative Agreement: Either & Neither

Cara Menggunakan Either dan Neither

Ungkapan Either dan Neither digunakan dalam pernyataan negative, atau disebut juga dengan "Negative Agreement". Dalam grammar bahasa inggris, negative agreement "either" dan "neither" adalah cara mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya -- semisal --- "saya juga tidak" dsb.
Contoh:

Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
Pernyataan 2: I don't like mango.

Pada contoh diatas, baik pernyataan 1 maupun pernyataan 2 sama-sama tidak menyukai "mango". Dengan kata lain, pernyataan 2 mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya yaitu pernyataan 1. Dengan menggunakan ungkapan either atau neither, kita dapat memperpendek ungkapan kedua dalam bentuk sbb:

Menggunakan Either -> I don't either.
Menggunakan Neither -> Neither do I (huruf "n" pada neither adalah kependekan dari "not" -> not + either)

Sehingga, bila ditulis keseluruhan:

Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
Pernyataan 2: I don't either.

atau,

Pernyataan 2: Neither do I.

Note: Dari penjelasan dan contoh diatas, jelaslah sudah bahwa, ungkapan either atau neither HANYA digunakan pada konteks/kalimat/ungkapan agreement yang mengandung negative.

Struktur Penulisan Either dan Neither

Either

Gunakan "either" di belakang kata bantu (auxiliary):
Subject + Auxiliary + NOT + Either

Neither

Gunakan "neither" di depan kata bantu (auxiliary):
Neither + Auxiliary + Subject


Pengaruh Bahasa Dialektis (Lokal) terhadap Either dan Neither

Penggunaan either dan neither pada daerah lain (native speakers) yang berbeda dengan struktur bakunya (grammatikal) sering membuat kita bingung, contoh:


Nor do I
Me either
Me neither


Ketiga contoh non-baku tersebut sama maksudnya dengan: neither do I atau I don't either --- hal ini dipengaruhi oleh sosial budaya dan bahasa dialektis setempat. Bagi pembicara diluar daerah tersebut mungkin membingungkan, dan tidak demikian halnya dengan daerah itu sendiri yang biasa menggunakan ungkapan dengan pola "aneh" tersebut.

Salah satu bentuk pengaruh dialektis lainnya adalah: menggunakan semua bagian kalimat yang sama pada pernyataan sebelumnya lalu menambahkan ungkapan "either" dibelakangnya.
Contoh:

I don't like either.

Bahkan lebih lengkap lagi,
Contoh:

I don't like it either.

Rabu, 15 Juni 2016

Perbedaan & Penggunaan Few, A Few, Little, A Little

Penggunaan Few/A Few dan Little/A Little

Apa itu Few, a few, little dan a little? Few, a few, little dan a little dalam Grammar Bahasa Inggris termasuk quantifier yang digunakan didepan kata benda jamak (plural noun) atau prase kata benda (noun phrase). Few, a few, little dan a little tidaklah dapat berdiri sendiri (can not stand alone) atau tidak dapat digunakan apabila tidak bersamaan dengan noun atau noun phrase.

Contoh:
A few books
A little experience

Dalam contoh tersebut diatas, quantifier /a few/ digunakan bersamaan dengan kata benda /books/ dan quantifier /a little/ digunakan bersamaan dengan /experience/. Dengan kata lain, /a few/ atau /a little/ tidak dapat digunakan apabila tidak bersamaan dengan noun/noun phrase, sehingga:

Quantifier + Noun
Quantifier + Noun Phrase

Lebih lanjut, Quantifier + Noun atau Quantifier + Noun Phrase ini menjadi salah satu unsur/bagian pembentuk kalimat --- bisa menduduki posisi subject bisa juga diposisi object.

Perhatikan contoh berikut ini:
I have a few books in my bag.

Dalam contoh kalimat diatas, kita melihat bahwa /a few books/ diletakkan setelah kata kerja /have/. Oleh karena kata kerja /have/ adalah Transitive Verb (Kata Kerja Transitif), maka /a few books/ berkedudukan sebagai object dalam kalimat tersebut.

Contoh lain --- dimana, /a few books/ berada diposisi subject:
A few books were burnt by the man yesterday.

#Perbedaan Antara A Few/Few dan A Little/Little

Apa perbedaan antara /a few/,/few/ dan /a little/,/little/ secara umum?
Quantifier /Few/ atau /A Few/ secara khusus digunakan pada kata benda jamak yang dapat dihitung (Countable Nouns).

Contoh:
few books
a few apples
a few cars
few students

Baik /books/, /apples/, /cars/, atau /students/ adalah kata benda yang dapat dihitung (count nouns).

Sedangkan quantifier /Little/ atau /A Little/ digunakan untuk kata benda yang tak dapat dihitung (Uncountable Noun).

Contoh:
little touch
a little attention

Kata benda /touch/ dan /attention/ seperti contoh diatas termasuk kata benda tak dapat dihitung (Uncount noun).


#Apa Perbedaan antara Few dan A Few serta Little dan A Little

Digunakannya article "A" pada /few/ atau /little/ dapat kami jelaskan seperti dibawah ini!

  • A few dapat ditafsirkan "banyak" tapi "tidak semua", sedangkan hanya Few dapat ditafsirkan "sedikit sekali". Ketentuan pada /few/ ini sama halnya dengan /little/

Jadi dapat kita simpulkan:

A Few atau A Little berarti: "banyak" tapi "tidak banyak sekali atau semua".
Few atau Little berarti: "sedikit sekali" bahkan nyaris habis/tidak tersisa.

Contoh Penggunaan A Few dan A Little serta Few dan Little:

I have a few friends in this classroom.
(Saya mempunyai banyak teman dikelas ini --- tapi tidak semuanya).

I have few friends in this classroom.
(Saya mempunyai sedikit teman dikelas ini --- sedikit sekali, misal cuma ada 1, 2 atau 3 dari 40 siswa).

I have a little skill.
(Saya mempunyai banyak kepintaran/keterampilan --- tapi belum tentu semua dikuasai 100% dan mahir --- bisa juga dibilang bahwa saya mempunyai kemampuan yang cukup lumayan.).

I have little skill.
(Saya mempunyai sedikit kepintaran/keterampilan --- sedikit sekali, misal cuma ada 1 atau 2 dan dengan demikian, saya tidak dapat diandalkan karena cuma sedikit yang saya bisa.).

Sabtu, 11 Juni 2016

How Many vs How Much

Apa perbedaan antara How Many dan How Much?

How much dan how many adalah bentuk prase kata tanya (question word phrases) yang tersusun atas gabungan antara kata tanya (question word) How dan determiner berupa Many/Much.
Many atau Much yang disebut juga dengan quantifier (yakni: kata yang berfungsi sebagai penanda kata benda jamak (plural noun). Penanda kata benda disini berarti mengacu pada benda jamak atau menerangkan kata benda jamak.

Contoh:
How much is it?
(Berapa banyak?)

How many books are there?
(Berapa banyak buku yang ada?)

Kesimpulan sementara, how much dan how many adalah:
  1. How --> Question Word
  2. Much/Many --> Digunakan untuk menanyakan kata benda jamak (Quantifier of plural noun).

Sehingga:

How + Many
How  + Much
(Question Word  + Quantifier of Plural Noun)

Perbedaan antara Many dan Much

#Many

Many digunakan untuk untuk menerangkan kata benda jamak yang dapat dihitung (Quantifier of Countable Noun).

Contoh:
How many English books do you have?
(Berapa banyak buku bahasa Inggris yang kau punyai?)

Perhatikan penggunaan akhiran (atau suffix) berupa: "-s" yang terdapat pada kata benda /book/ yang merupakan tanda bahwa kata benda /book/ adalah jenis kata benda yang dapat dihitung (countable).

#Much

Much digunakan untuk untuk menerangkan kata benda jamak yang tidak dapat dihitung (Quantifier of Uncountable Noun).

Contoh:
How much sugar do you need?
(Berapa banyak gula yang kamu butuhkan?)

Pada contoh diatas, terdapat kata benda tidak dapat dihitung, yakni berupa: /sugar/ atau /gula/. Oleh karena kata bendanya berupa /sugar/ yang merupakan kata benda tidak dapat dihitung, maka, quantifier "Much" -lah yang harus digunakan dan bukan /many/.

Kesimpulan:
How much: digunakan untuk menanyakan kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), dan
How many: digunakan untuk menanyakan kata benda yang dapat dihitung (countable noun).

Contoh lain penggunaan How Much:

How much is it?

Bisa berarti: "berapa banyak", bisa juga "berapa harga".

Contoh lain:

How much is the bag?
(Berapa harga tas itu?)

Catatan:
Bahwasanya, pertanyaan how much pada contoh diatas, tidaklah mengacu pada kata benda /bag/. Artinya, bukan /bag/ sebagai kata benda yang dimaksud dalam pertanyaan itu melainkan mengacu pada "harga". Dalam hal ini, "harga" adalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Hanya saja tidak tertulis secara fisik kata "harga" pada pertanyaan itu.

Bila ingin menggunakan kata "harga" atau bahasa inggrisnya "price" maka gunakanlah kata tanya: /what/ dan bukan /how/.

Contoh:
What price is the bag?
(Berapa harga yang tertera pada tas itu?)

Akan tetapi, pertanyaan seperti ini sangat kaku diterapkan khususnya dalam percakapan walaupun secara grammatical telah benar.



Rabu, 18 Mei 2016

Subjunctive Mood: Were dan Wish

Memahami Pengertian & Kegunaan Subjunctive Mood

Apa itu Mood? Mood adalah bentuk kata kerja tertentu yang digunakan untuk menyatakan keadaan (mood) tertentu. Keadaan disini dapat berupa; keragu-raguan, perintah, harapan, fakta atau kemustahilan.

Dalam Bahasa Inggris, Ada 3 jenis/macam Mood, diantaranya:

  1. Indicative Mood
    Digunakan untuk menyatakan suatu fakta/realita atau keadaan secara umum. Contohnya adalah Kalimat Interrogative/Tanya.
    .
  2. Imperative Mood
    Imperative mood disebut juga sebagai kalimat perintah atau kalimat yang digunakan untuk memberi intruksi/perintah pada seseorang.
    .
  3. Subjunctive Mood
Lalu, Apa itu Subjunctive Mood? Subjunctive mood adalah cara menyatakan harapan (wish), saran (suggestion), perintah/permintaan (command), syarat (condition) dalam Bahasa Inggris yang pada kenyataannya diragukan untuk bisa tercapai/terjadi dan bahkan sangat tidak mungkin terjadi (contrary to fact: berlawanan dengan fakta/kenyataan). Pada dasarnya, Conditional Sentence/If Clause (kalimat pengandaian) termasuk dalam kategori Subjunctive mood.
Perhatikan contoh kalimat conditional sentence yang mengandung fungsi Subjunctive Mood berikut ini:
(i) I was with you at that time (bukan subjunctive)
(ii) If I were here, I would help you (bentuk subjunctive).


Subjunctive Mood dalam Pola Kalimat Nominal & Kalimat Verbal

Kalimat Nominal identik dengan Kata Kerja Structural berupa: BE dengan Complement dibelakangnya. Mari kita lihat kembali rumus pola kalimat nominal:

Subject + BE + Complement

Kata kerja structural BE yang digunakan pada subjunctive mood ini hanya berupa: /were/ dan meniadakan atau tidak pernah menggunakan /was/. Dengan demikian, Kata kerja structural BE "were" digunakan untuk seluruh jenis subject yang ada termasuk padanannya.

Contoh:
If I were you, I would stop smoking.
(Jika saya adalah kamu, saya akan berhenti merokok).

Pada Pola Kalimat Verbal, kata kerja yang digunakan berupa Kata Kerja Lexical, diantaranya: ask, demand, determine, insist, move, order, pray, prefer, recommend, regret, request, require, suggest, wish.

Contoh:
I wish I were you.
(Saya berharap saya adalah kamu).

Perubahan & Perbedaan Penggunaan Kata Kerja Subjunctive & Bukan Subjunctive Mood

Berikut ini adalah bentuk-bentuk kata kerja yang digunakan dalam pola kalimat yang mengandung Subjunctive Mood:

Bukan
Bentuk Subjunctive
Bentuk
Subjunctive Mood
A. is
(khusus subject; he, she, it/padanannya.)

Contoh penggunaan:
The girl is lost.
A. be
(untuk seluruh subject)
Contoh penggunaan:
I wish they be here on time.
B. was
(hanya untuk subject; she, he, it dan I.)
Contoh penggunaan:
She was ill.
B. were
(untuk seluruh jenis subject)
Contoh penggunaan:
If you were a flower, I would be the bee.
C. Kata kerja present (present verb) yang berakhiran "s" atau "es" dengan subject; he, she, it atau padanannya.

Contoh penggunaan:
He likes an apple.

C. Akhiran "s" atau "es" dihilangkan.
(untuk seluruh subject.)
Contoh penggunaan:
I wish she pick me up soon.
Catatan:
Perubahan-perubahan diatas tidaklah merubah arti/makna aslinya.
Selain itu, ada beberapa kata sifat (adjective) yang sering digunakan didalam menyatakan subjunctive mood, yakni: crucial, essential, important, imperative, and necessary.

Contoh:
It's important she be involved in this case.
(adalah penting jika dia dilibatkan dalam kasus ini).

Contoh lain penggunaan subjunctive mood:
I demanded that she call me in April.
I suggest that he go to school before 6.30 am.

Rabu, 11 Mei 2016

Penggunaan There is, There are, There dan Here

Makna & Penggunaan There is & There are

Prase "there is" atau "there are" digunakan untuk mengungkapkan apakah sesuatu itu ada atau tidak. Ungkapan /there is/ /there are/ ini berkedudukan sebagai "subject virtual" dalam kalimat bahasa inggris.


There is/are + Noun/Pronoun/Noun Phrase


Yang dimaksud dengan "subject virtual" disini --- hakikatnya bukanlah subject --- akan tetapi, memiliki fungsi sebagai "subject sebenarnya" seperti halnya kata benda, pronoun, phrase ataupun sub clause yang dapat berkedudukan/berfungsi sebagai subject. +Pelg

"there is, there are ini berkedudukan sebagai "subject virtual" dalam kalimat bahasa inggris."

................ Jadi, bilamana ada rangkaian kata yang didahului oleh prase /there is/ atau /there are/ maka rangkaian kata-kata itu layaklah disebut sebagai kalimat utuh dan memenuhi syarat sebagai sebuah kalimat.


There is/are & Hubungannya dengan Singular & Plural

Pada saat kita menggunakan there is/there are maka, ungkapan there is/are akan menginformasikan pada kita mengenai: "ada atau tidaknya "sesuatu" atau benda (baca: kata benda/prase kata benda)". Dengan kata lain, ungkapan there is/are ini digunakan untuk menyatakan apakah "sesuatu/benda" itu ada atau tidak. Disinilah cara kita memahami hakikat penggunaan there is/are.

Contoh:
Ada seekor cicak di dinding.
Ada banyak kutu di rambut panjangmu.
Ada polisi di bank itu.

Pada ketiga contoh diatas, ungkapan /ada/ menunjuk - menginformasikan pada kita bahwa ada - /cicak/, /kutu/, dan /polisi/. Dengan kata lain, /ada/ --> kata benda

Dalam penerapannya, there is/there are tidak hanya menunjuk pada kata benda tunggal (singular) tapi juga kata benda jamak/banyak (plural) hal ini bisa dilihat dari kata kerja berupa /is/ atau /are/ yang berbentuk BE-present atau kata kerja structural bentuk present (lihat bahasan mengenai simple present tense dalam kalimat nominal).

Sehingga:

There is --> untuk kata benda tunggal (singular noun)
There are ---> untuk kata benda jamak (plural noun).

Contoh:
(i) There is a book.
(ii) There are many books.

Pada contoh (i), /There/ menggunakan kata kerja /is/ yang ditunjukkan melalui kata bendanya berupa kata benda tunggal /a book/. Dalam hal ini, indefinite article /a/ adalah determiner (penanda) bahwa kata benda /book/ adalah tunggal.

Sedangkan pada contoh yang kedua, kata bendanya berupa kata benda jamak (plural) yang bisa kita ketahui dari:

  • Akhiran "s" pada kata /book.
    book + s --> books (yang berarti ada lebih dari 1 atau sama dengan 2 buah buku)
  • Kata Keterangan Quantity atau Kuantitas yakni: /many/

Jadi, pada waktu kita hendak menggunakan ungkapan there is/are dan sebelum menentukkan apakah kita harus menggunakan kata kerja structural berupa /is/ atau /are/ bergantung pada benda atau kata bendanya. Tambahan pula bahwa hanya kata kerja /is/ dan /are/ saja yang digunakan pada ungkapan /there/ ini dan tidak yang lain seperti; /am/.
Kedua penanda baik akhiran /-s/ atau /many/ memberi informasi pada kita bahwa ada lebih dari 1 buku atau sama dengan 2 buku.

Penggunaan "There is" pada Kata Benda Tak-dapat Dihitung (Uncountable Noun) 


Contoh:
There is some sugar in the jar.
(Ada gula didalam toples).
Keterangan: /sugar/ atau /gula/ adalah uncountable noun. Oleh karena itu kita menggunakan /there is/.

Hubungan There is/are dengan adverb of place

Penggunaan /there is/ atau /there are/ seringkali dikaitkan dengan nama tempat - adverb of place (kata keterangan tempat) - yang bertujuan memberikan informasi lebih dan rinci mengenai dimana letak benda saat itu.

Contoh:
Ada sebuah boneka diatas kursi.
(there is a dool on the chair).

Pada contoh ini, kata keterangan tempat/adverb of placenya adalah: /on the chair/ atau /diatas kursi/ sehingga struktur/pola kalimatnya menjadi:


There is/are + kata benda (Noun) + Adverb of Place


Contoh lain dengan menggunakan kata keterangan tempat murni yakni: /there/ dan /here/:
There is a table here.
(Ada sebuah meja disini)

There are many persons there.
(Ada banyak orang-orang disana).

atau;

There is a table right here.
(Ada sebuah meja disini)

There are many persons right there.
(Ada banyak orang-orang disana).

atau,

There are many persons over there.
(Ada banyak orang-orang disebelah sana).


Dalam contoh diatas, kata /there/ atau /here/ diakhir kalimat tersebut bukanlah /there is/ atau /there are/ pada bahasan kita ini melainkan murni sebagai adverb of place.

Penggunaan There + BE & Tenses

Penggunaan kata kerja/be pada ungkapan /there/ ini bergantung pada tenses yang digunakan;

Simple Present

Contoh:
There is a pineapple in the basket. (singular)
There are two bottles in the cupboard. (plural)

Simple Past

Contoh:
There was a pineapple in the basket. (singular)
There were two bottles in the cupboard. (plural)

Present Perfect Tense

Contoh:
There has been a pineapple in the basket. (singular)
There have been two bottles in the cupboard. (plural)

Past Perfect Tense

Contoh:
There had been a pineapple in the basket. (singular)
There had been two bottles in the cupboard. (plural)


Pada Semua bentuk Future

Contoh:
There will be a pineapple in the basket. (singular)
There will be two bottles in the cupboard. (plural)

begitu juga dengan:
There would be a pineapple in the basket. (singular)
There would be two bottles in the cupboard. (plural)


Pada unsur Modal Auxiliary

Contoh:
There must be a pineapple in the basket. (singular)
There must be two bottles in the cupboard. (plural)
There may be a pineapple in the basket. (singular)
There may be two bottles in the cupboard. (plural)
There will be a pineapple in the basket. (singular)
There will be two bottles in the cupboard. (plural)
There can be a pineapple in the basket. (singular)
There can be two bottles in the cupboard. (plural)



Penggunaan "There" bersama Present Participle atau To-Infinitive

Struktur I:

There + BE + Noun/Indefinite Pronoun + Present Participle

Contoh:
 There is someone waiting for you out there.


Struktur II:

There + BE + Kata Benda + To Infinitive

Contoh:
There are many assignments to do tonight.


Bentuk Contraction/Singkatan dari There is/are

/there is/ dan /there are/ - dalam penerapannya - dapatlah disingkat dengan ketentuan dan contohnya sbb:

Kalimat Positive:

There's a student in the car. (There's = there is).
Catatan: Pada kalimat positive ini, /there are/ tidak bisa disingkat.

Kalimat Negative:

There's not a student in the car.
atau,
There isn't a student in the car.
atau,
there's no a student in the car.

Contoh pada /there are/:
There aren't any sugar in the cup.


Kalimat Interrogative:

Is there a student in the car?
Are there any student in the car?


.........................................................

Tambahan:
Ungkapan /there is/ dan /there are/ juga sering dikaitkan dengan bentuk pertanyaan yang menanyakan jumlah atau banyaknya benda, yakni dengan menggunakan prase kata tanya:  /how many/, /how much/

Catatan:
/how many/ untuk menanyakan kata benda yang dapat dihitung.
/how much/ untuk menanyakan kata benda yang tak-dapat dihitung.

Contoh:
How many hours are there in a day?
How much sugar is there in the glass?

_____________________________

*Requested by some one. May 10th, 2016

Memahami Adverbial Clauses - Complex Sentence

Pengertian Adverbial Clauses

Secara definitif, adverbial clauses adalah sub clause yang menduduki posisi adverb. Makna "menduduki posisi" disini berarti "menggantikan ..." atau "bertindak sama persis seperti ...". Jadi, Adverbial clauses adalah sub clause yang menggantikan atau bertindak sama persis seperti adverb pada umumnya dan menduduki posisi adverb. "menggantikan" ataupun "bertindak" disini tidak selalu harus sama kata-katanya, akan tetapi fungsinya harus sama dengan adverb.

Contoh:
(i) Shinta has swept and mopped the floor for 5 hours.
(Shinta telah menyapu dan mengepel lantai itu selama 5 jam).

(ii) Shinta has swept and mopped the floor until it shines like a mirror.
(Shinta telah menyapu dan mengepel lantai itu sampai bersinar seperti kaca).

Pada kedua contoh kalimat diatas, pada kalimat (i) kita melihat bahwa shinta telah melakukan kegiatan menyapu lantai selama kurang lebih 5 jam. Apa yang terjadi jika lantai itu disapu dan dipel selama kurang lebih 5 jam? yang jelas, dugaan positif yang paling memungkinkan adalah; lantai itu akan bersih dan bersinar alias kinclong seperti kaca, bukan?.

Ungkapan /for 5 hours/ adalah adverb of time (kata keterangan waktu) dari present perfect tense. Intinya, /for 5 hours/ adalah adverb. Dengan kata lain, /for 5 hours/ adalah normal adverb atau adverb pada umumnya. Nah, pada contoh kalimat (ii) ungkapan /for 5 hours/ tersebut dapatlah kita ganti dalam bentuk lain - dalam wujud ungkapan yang berbeda (baik kata maupun struktur/pola-nya) - tapi, memiliki fungsi yang persis seperti normal adverb (i).

Adverbial clauses tidak selalu harus seperti contoh diatas, itu artinya, anda dapat menulis atau mengungkapkan sesuatu dalam bahasa inggris tanpa terlebih dahulu membuat pola kalimat asalnya.

Dalam pembentukkan adverbial clauses - seperti halnya pada Adjective Clause dan Noun Clause - Adverbial Clauses juga memiliki kata penghubung dan ungkapan tertentu lainnya yang digunaka dalam rangka membentuk pola sub clause dari adverbial clauses, diantaranya adalah; when, where, until, while, as long as, dsb - dimana penggunaanya bergantung pada macam adverb apa yang sedang digunakan - yang akan dijelaskan sebentar lagi. Kesemua conjunction baik yang digunakan pada adjective clause, noun clause maupun adverbial clauses ini disebut juga dengan subordinate conjunction atau kata penghubung pembentuk subordinate (baca juga mengenai: sub clause).


Sub clause = Subordinate Conjunction + Subject + Verb


Bentuk Adverbial Clauses yang Menduduki Posisi Macam-macam Adverb.

Kita mengenal banyak jenis atau macam-macam adverb, semisal, adverb of time, adverb of manner, adverb of place, dsb. Sub clause dalam bahasan adverbial clause ini pun dapat menggantikan posisi adverb-adverb tersebut dengan bentuk dan pola sub clause tersendiri dengan fungsi yang sama sehingga dapatlah disebut sebagai adverbial clauses.

Normal Adverb yang dapat diduduki oleh Sub Clause:

1. Berfungsi sebagai Adverb of time

Subordinate conjunction yang sering digunakan, yakni: after, as, as long as, as soon as, before, no sooner than, since, until, when, atau while.
Contoh:
He went to a mall after the bell rang.

2. Berfungsi sebagai Adverb of place

Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: anywhere, everywhere, where, atau wherever.
Contoh:
I would be with you wherever you like.

3. Berfungsi sebagai Adverb of manner

Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: as, like, atau the way.
Contoh:
I want to help you like you did.

4. Berfungsi sebagai Adverb of Degree/Comparison

Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: than, as...as, so...as, atau the...the.
Contoh:
She is not so pretty as you said.
I am happier than you (are).

5. Berfungsi sebagai Adverb of Condition

Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: if, unless dan terkadang when.
Contoh:
If you give me money, I will marry you.
If you had picked me up, I wouldn't have been late.

Catatan:
Penggunaan /when/ sebagai subordinate conjunction disini tidaklah sama fungsi dan maknanya dengan sub clause sebagai adverb of time seperti nomor (1). /when/ disini lebih cenderung memiliki makna sama dengan /if/ atau /unless/, hanya saja tidak mengandung pengandaian murni.
Contoh:
Adalah lebih baik menggunakan kalimat: "Just call me when you need me"  daripada menggunakan kalimat: "Just call me if you need me".
Contoh lain:
When you finish your assignments, please come to me soon.

6. Berfungsi sebagai Adverb of Opposition

Pelg-grammar lebih menyukai menggunakan istilah Adverb of opposition ketimbang adverb of concession seperti yang sering digunakan oleh banyak sumber dari penutur dalam maupun luar negeri oleh karena lebih mudah dicerna oleh pembelajar Indonesia dan tepat apabila diterjemahkan. Adverb of opposition atau adverb of concession adalah adverb of contrast yang berarti; sebuah adverb yang mengandung kontras atau sesuatu yang berlawanan dari kalimat utamanya.

Misalnya:
Walaupun usia saya sudah senja, saya tetap awet muda.

Pada contoh kalimat diatas, sub clause /Walaupun usia saya sudah senja/ menggunakan conjunction berbentuk /walaupun (although)/ yang mengandung makna 'kontras', 'concessive' atau 'oppositive' alias berlawanan dengan kalimat utamanya, yaitu: /saya tetap awet muda/.

Sedangkan Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: though, although, even though, while, whereas, atau even if.
Contoh:
Although he calls me ' a fool', he cares of me more than everyone else.

7. Berfungsi sebagai Adverb of Reasons

Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: as, because, atau since.
Contoh:
I've got D because I was so sleepy last night.
I have no anything with me since I am a poor man.


Berdasarkan uraian diatas, ternyata adverbial clauses dibangun berdasarkan jenis normal adverb dan menggantikan posisi dan fungsinya sebagai adverb normal. Seperti halnya pada adverb normal atau adverb murni, adverb berfungsi untuk menerangkan kata kerja atau predikatnya dan fungsi inipun sama halnya pada sub clause yang menggantikan adverb normal dalam membentuk pola adverbial clauses.