Selasa, 12 Juli 2016

Free Download


Download Gratis Kumpulan Modul, e-Books dan Software-software Belajar Bahasa Inggris di bawah ini.

e-Book "Rahasia Menguasai Bahasa Inggris Dengan Mudah dan Cepat"
Download di SINI



Untuk file-file dibawah ini, dibutuhkan password untuk membukanya.
Password: eflfl 
 
Modul BelajarInggris.net English Course (ebook + Mp3 Audio Lessons)
    Untuk Modul selanjutnya (minggu ke-3 s/d ke-5) akan dikirimkan ke e-mail anda setelah Anda mendaftarkan email Anda di SINI.

    Untuk Modul Lengkap 32 Minggu + Buku Cetak + Exclusive Membership + Sertifikat Resmi ++ Peluang Dapatkan Uang Jutaan menjadi Reseller, Anda harus menjadi Member Premium terlebih dahulu dan melakukan pemesanan Paket Premium Exclusive di BelajarInggris.net.


    Grammar Text-Lessons (e-books):
    Software-software yang akan membantu Anda belajar Bahasa Inggris:
    Dan akan ada lebih banyak lagi materi-materi yang akan saya bagikan untuk anda khusus para pemula yang ingin sekali menguasai skill bahasa inggris dengan mudah dan cepat.
    So... stay tune di page ini.
     
    **Semoga bermanfaat....

      Selasa, 28 Juni 2016

      Penggunaan Question Word & Question Word Phrases

      Question Word dalam Percakapan

      Hampir setiap kesempatan bercakap-cakap (baca: Conversation) mesti mengandung Pertanyaan (Question). Pertanyaan itu sendiri terbagi atas 2 macam, yaitu: Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berupa "ya" atau "tidak" dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dijawab dengan ya/tidak, melainkan dijawab dengan "kata-kata" atau uraian. Untuk memahami lebih lanjut mengenai perbedaan kedua pola kalimat tanya tersebut, silahkan baca kembali mengenai Perbedaan Antara Yes/No Question dan Question Word Question.
      Berikut ini, kita akan membahas; Bagaimana cara menggunakan Question Word dan Question Word Phrases dalam Kalimat Bahasa Inggris (ed.English Basic Sentence) khususnya untuk Percakapan Bahasa Inggris (ed.English Daily Conversation).

      +Penggunaan Question Word


      A. Penggunaan Question Word dengan Kata Bantu/Kata Kerja:
      Rumus: Question word + Auxiliary.

      Kata Tanya: WHAT
      Contoh:
      What are you doing? (Apa yang sedang kau lakukan/kerjakan?)
      What are you? (Apa pekerjaanmu?)
      What is it? (Apa itu?)
      What is it about? (Itu tentang apa?)
      What do you want? (Apa yang kau mau?)
      What would you say if .... (Bagaimana menurutmu jika ..... ?)
        
      Kata Tanya: HOW
      Contoh:
      How are you? (Bagaimana keadaanmu? / Apa khabarmu?)
      How do you know? (Bagaimana kamu tahu?)
      How can you get the place? (Bagaimana caramu sampai ditempat itu?)


      Kata Tanya: WHEN
      Contoh:
      When were you born? (Kapan kamu lahir/dilahirkan?)
      When will you leave? (Kapan kamu akan berangkat?)
      When was it? (Kapankah itu?)

      Kata Tanya: WHOSE
      Contoh:
      Whose book is this? (Buku siapa ini? / Kepunyaan siapakah buku ini?)

      Kata Tanya: WHICH
      Contoh:
      Which do you like? (Yang mana yang kau suka?)
      Which is yours? (Yang manakah milikmu?)

      Kata Tanya: WHY
      Contoh:
      Why did you lie to me? (Kenapa kau bohong padaku?)
      Why do you reject me? (Kenapa kamu menolakku?)

      Kata Tanya: WHOM
      Contoh:
      Whom did you see? (Siapa yang kamu temui/lihat?)
      Whom are you dancing with? (Dengan siapa kamu berdansa?)

      Kata Tanya: WHERE
      Contoh:
      Where were you at that time? (Dimana kau waktu itu?)
      Where do you live? (Dimana kamu menetap sekarang?)

      B. Penggunaan Question Word TANPA Kata Bantu/Kata Kerja:
      Rumus-1: Question word + Verb.
      Rumus-2: Question word + Preposition.

      Kata Tanya: WHO & WHAT
      Contoh:
      Who said that? (Siapa yang bilang?)
      Who told you that lie? (Siapa yang ngasih tau kamu kebohongan itu?)
      What makes you come here?  (Apa yang membuat kau datang kemari?)
      What for? (Untuk apa?)
      With whom? (Dengan siapa?)

      +Penggunaan Question Word Phrases

      Question word phrases adalah Kata Tanya yang digabungkan dengan kata-kata lain menjadi satu untaian kata tanya utuh (Phrases) dan digunakan untuk bertanya. Kata lain tersebut dapat berupa kata benda (noun), kata sifat (adjective), kata keterangan (adverb), kata depan (preposition), kata ganti (pronoun) maupun kata penghubung (conjunction).

      Rumus-1: Question Word + Noun
      Contoh:

      What price
      ex: What price is the T-shirt? (Berapa harga kemeja itu?)

      What types 
      ex: What types of girl do you love? (Bagaimana tipe gadis yang sangat kamu sukai?)

      What sorts of
      ex: What sorts of

      What kinds of
      ex: What kinds of book do you want to buy? (Buku jenis apa yang kamu ingin beli?)

      What time
      ex: What time is it? (Jam berapa sekarang?)

      (At) what time
      ex: At what time will you arrive? (Pada jam berapa kamu akan tiba nanti?)

      What day
      ex: What day is tomorrow? (Hari apa besok?)


      Rumus-2: Question Word + Pronoun
      Contoh:

      What else
      ex: What else? (Apa lagi?)
      ex: What else can you show me? (Apa lagi yang bisa kamu tunjukkan padaku?) 
      Why me? (Kenapa harus aku?)


      Rumus-3: Question Word +Adjective
      Contoh:

      How old
      ex: How old are you? (Berapa umurmu?)

      How far
      ex: How far is the theatre? (Seberapa jauhkah teater/bioskop itu - dari sini?)

      How many
      ex: (How many books did you read? (Berapa banyak buku yang kamu baca?)

      How much
      ex: How much is the car? (Berapa harga mobil itu?)

      How long
      ex: How long have you been being a singer? (Sudah berapa lama kamu menjadi seorang penyanyi?)

      How often
      ex: How often you go to school in a week? (Berapa kali kau ke sekolah dalam seminggu?)
      Catatan: sinonimnya dari "how often" yaitu: how many times, contoh: How many times do you go to school in a week?)

      How about
      ex: How about drawing the flower? (Bagaimana kalau menggambar bunga itu?)

      How good/ How well
      ex: How well do you know about printing? (Seberapa mahirkah kamu mengenai "Pencetakkan"?)

      Contoh lainnya dengan penggunaan yang sama:
      how low (seberapa rendahkan), how high (seberapa tinggi), how tall (berapa tinggi), how wide (seberapa luas/lebar?), how large (seberapa besar), how big (berapa besar), how fast (seberapa cepat), how deep (seberapa dalam), how soon (seberapa cepat).

      Contoh:
      How low can you go? (seberapa rendah kamu dapat melaluinya?)
      How high is the building? (seberapa tinggikah gedung itu?)
      How tall are you? (berapa tinggimu?)
      How wide is the island? (seberapa luas pulau itu?)
      How large is the house? (seberapa besarkah rumah itu?)
      How big is the box? (berapa besar kotak/peti itu?)
      How fast can you drive? (seberapa cepat kau mengemudi?)
      How deep is your love? (seberapa dalam cintamu?)
      How soon are you going to leave? (seberapa cepatkah kau akan mulai berangkat?)

       
      Rumus-4: Question Word + Preposition
      Contoh:
      What about me? (Bagaimana dengan saya?)
      Where to (Mau kemana?)


      Rumus-5: Question Word + Adverb
      Contoh:
      How slowly does the snail run? (Seberapa lambatkah keong itu berlari?)


      Rumus-6: Question Word + Conjunction
      Contoh:
      what if he disagrees? (Bagaimana jika dia tidak setuju?)


      Bentuk lain penggunaan Question word sebagai pengecualian dari bentuk pertanyaan.


      how come? (Mengapa?)
      how dare you are (Lancang/berani sekali kamu!)
      how close (Seberapa dekat?)
      how hard you try (Seberapa keraskah kau mencoba/berusaha ....)

      whatever (apa pun, apa saja)
      whichever (yang mana pun, yang mana saja)
      whenever (kapan pun, kapan saja)
      however (bagaimana pun, tetapi, akan tetapi, namun)
      whoever (siapa pun, siapa saja)
      wherever (kemana pun, dimana pun, kemana saja, dimana saja)

      why not? (kenapa tidak?)
      why bother (Peduli amat!, ngapa harus peduli?)

      what exactly is your answer? (apa sebenarnya jawabanmu/ tepatnya, apa jawabanmu?)

      Rabu, 15 Juni 2016

      Perbedaan & Penggunaan Few, A Few, Little, A Little

      Penggunaan Few/A Few dan Little/A Little

      Apa itu Few, a few, little dan a little? Few, a few, little dan a little dalam Grammar Bahasa Inggris termasuk quantifier yang digunakan didepan kata benda jamak (plural noun) atau prase kata benda (noun phrase). Few, a few, little dan a little tidaklah dapat berdiri sendiri (can not stand alone) atau tidak dapat digunakan apabila tidak bersamaan dengan noun atau noun phrase.

      Contoh:
      A few books
      A little experience

      Dalam contoh tersebut diatas, quantifier /a few/ digunakan bersamaan dengan kata benda /books/ dan quantifier /a little/ digunakan bersamaan dengan /experience/. Dengan kata lain, /a few/ atau /a little/ tidak dapat digunakan apabila tidak bersamaan dengan noun/noun phrase, sehingga:

      Quantifier + Noun
      Quantifier + Noun Phrase

      Lebih lanjut, Quantifier + Noun atau Quantifier + Noun Phrase ini menjadi salah satu unsur/bagian pembentuk kalimat --- bisa menduduki posisi subject bisa juga diposisi object.

      Perhatikan contoh berikut ini:
      I have a few books in my bag.

      Dalam contoh kalimat diatas, kita melihat bahwa /a few books/ diletakkan setelah kata kerja /have/. Oleh karena kata kerja /have/ adalah Transitive Verb (Kata Kerja Transitif), maka /a few books/ berkedudukan sebagai object dalam kalimat tersebut.

      Contoh lain --- dimana, /a few books/ berada diposisi subject:
      A few books were burnt by the man yesterday.

      #Perbedaan Antara A Few/Few dan A Little/Little

      Apa perbedaan antara /a few/,/few/ dan /a little/,/little/ secara umum?
      Quantifier /Few/ atau /A Few/ secara khusus digunakan pada kata benda jamak yang dapat dihitung (Countable Nouns).

      Contoh:
      few books
      a few apples
      a few cars
      few students

      Baik /books/, /apples/, /cars/, atau /students/ adalah kata benda yang dapat dihitung (count nouns).

      Sedangkan quantifier /Little/ atau /A Little/ digunakan untuk kata benda yang tak dapat dihitung (Uncountable Noun).

      Contoh:
      little touch
      a little attention

      Kata benda /touch/ dan /attention/ seperti contoh diatas termasuk kata benda tak dapat dihitung (Uncount noun).


      #Apa Perbedaan antara Few dan A Few serta Little dan A Little

      Digunakannya article "A" pada /few/ atau /little/ dapat kami jelaskan seperti dibawah ini!

      • A few dapat ditafsirkan "banyak" tapi "tidak semua", sedangkan hanya Few dapat ditafsirkan "sedikit sekali". Ketentuan pada /few/ ini sama halnya dengan /little/

      Jadi dapat kita simpulkan:

      A Few atau A Little berarti: "banyak" tapi "tidak banyak sekali atau semua".
      Few atau Little berarti: "sedikit sekali" bahkan nyaris habis/tidak tersisa.

      Contoh Penggunaan A Few dan A Little serta Few dan Little:

      I have a few friends in this classroom.
      (Saya mempunyai banyak teman dikelas ini --- tapi tidak semuanya).

      I have few friends in this classroom.
      (Saya mempunyai sedikit teman dikelas ini --- sedikit sekali, misal cuma ada 1, 2 atau 3 dari 40 siswa).

      I have a little skill.
      (Saya mempunyai banyak kepintaran/keterampilan --- tapi belum tentu semua dikuasai 100% dan mahir --- bisa juga dibilang bahwa saya mempunyai kemampuan yang cukup lumayan.).

      I have little skill.
      (Saya mempunyai sedikit kepintaran/keterampilan --- sedikit sekali, misal cuma ada 1 atau 2 dan dengan demikian, saya tidak dapat diandalkan karena cuma sedikit yang saya bisa.).

      Minggu, 12 Juni 2016

      Perbedaan "I Have No" dan "I Don't Have"

      Negasi "No" dan "Don't" dalam Bahasa Inggris

      Negasi adalah pernyataan negatif yang pada dasarnya ditandai dengan ungkapan "NOT" pada sebuah kalimat sehingga kalimat tersebut disebut dengan Kalimat Negatif (Negative Sentence).
      Lebih lanjut, penggunakan NOT pada kalimat negatif sangat tergantung pada bentuk waktu (baca: Tenses) yang sedang digunakan. Secara mendasar, tiap-tiap bentuk waktu memiliki cara tersendiri didalam mengungkapkan kalimat yang mengandung negasi tersebut. Akan tetapi, ungkapan negasi dalam Grammar Bahasa Inggris (English Grammar) tetaplah NOT.
      Pada contoh berikut ini digambarkan bagaimana ungkapan /NOT/ atau /NO/ digunakan dalam variasi kalimat bahasa inggris.

      Contoh:
      I do NOT have any English Grammar Book.
      No, I am NOT.
      I have NO anything with me.
      NOT me, but him!

      Dari contoh diatas ada beberapa bentuk penggunaan ungkapan negasi dalam bahasa inggris, yakni:

      • Auxiliary + NOT
      • NO (tanpa auxiliary)
      • NOT (tanpa auxiliary)

      Simak penjelasannya berikut ini!

      Perbedaan Penggunaan "No" dan "Not" dalam Bahasa Inggris

      Kalimat bahasa inggris memiliki 2 bentuk baku, yaitu:

      Grammatical dan Contextual

      Grammatical adalah ungkapan/kalimat yang identik dengan aspek Grammar (tata bahasa). Itu berarti, kalimat tersebut harus dilihat dari susunan kata-katanya dan juga fungsi serta kedudukan tiap kata yang digunakan dalam kalimat itu apakah sudah sesuai dengan tata bahasa atau grammar bahasa inggris atau belum.

      Contoh:
      I do not  have money.
      I did not follow the test.
      She has not talked to me yet.

      Pada contoh kalimat tersebut kita melihat ada 3 bentuk pengungkapan kalimat negative yakni: /do not/, /did not/ dan /has not/ dimana kata /do/, /did/ dan /has/ adalah kata bantu (auxiliary) sesuai tenses-nya. Dengan demikian, grammar mengatur bahwa, untuk menggunakan ungkapan negasi /NOT/ tersebut harus diiringi dengan penggunaan auxiliary didepan /NOT/ tersebut. Ini kaidah/aturan grammar, sehingga kalimat-kalimat diatas mengandung aspek grammatical.

      Contextual pada dasarnya terbentuk dari kaidah ketatabahasaan Bahasa Inggris. Itu artinya, contextual adalah refleksi dari aspek grammatical, akan tetapi pada penerapannya dalam bentuk percakapan --- misalnya --- seringkali aspek dialektis (baca: kebiasaan berkomunikasi) mempengaruhi struktur kalimatnya, dari aspek grammatical menjadi bentuk lain yang disebut dengan aspek contextual. Pada akhirnya, bentuk contextual ini dibakukan sebagai bagian dari aspek grammatical, dengan kata lain, tidak menyalahi aturan grammar.

      Contoh:
      I do not have anything (grammatical)
      I have no anything (contextual).

      Berdasarkan aspek yang mendasarinya ditemukan bahwa: penggunaan "NO" pada kalimat semisal /I have no anything/ adalah bentuk penegasan (to emphasis) kata kerja didepannya.

      I do not have any money.
      (Saya tidak punya uang).

      I have no money
      (Saya benar-benar tidak punya uang).

      Sabtu, 11 Juni 2016

      How Many vs How Much

      Apa perbedaan antara How Many dan How Much?

      How much dan how many adalah bentuk prase kata tanya (question word phrases) yang tersusun atas gabungan antara kata tanya (question word) How dan determiner berupa Many/Much.
      Many atau Much yang disebut juga dengan quantifier (yakni: kata yang berfungsi sebagai penanda kata benda jamak (plural noun). Penanda kata benda disini berarti mengacu pada benda jamak atau menerangkan kata benda jamak.

      Contoh:
      How much is it?
      (Berapa banyak?)

      How many books are there?
      (Berapa banyak buku yang ada?)

      Kesimpulan sementara, how much dan how many adalah:
      1. How --> Question Word
      2. Much/Many --> Digunakan untuk menanyakan kata benda jamak (Quantifier of plural noun).

      Sehingga:

      How + Many
      How  + Much
      (Question Word  + Quantifier of Plural Noun)

      Perbedaan antara Many dan Much

      #Many

      Many digunakan untuk untuk menerangkan kata benda jamak yang dapat dihitung (Quantifier of Countable Noun).

      Contoh:
      How many English books do you have?
      (Berapa banyak buku bahasa Inggris yang kau punyai?)

      Perhatikan penggunaan akhiran (atau suffix) berupa: "-s" yang terdapat pada kata benda /book/ yang merupakan tanda bahwa kata benda /book/ adalah jenis kata benda yang dapat dihitung (countable).

      #Much

      Much digunakan untuk untuk menerangkan kata benda jamak yang tidak dapat dihitung (Quantifier of Uncountable Noun).

      Contoh:
      How much sugar do you need?
      (Berapa banyak gula yang kamu butuhkan?)

      Pada contoh diatas, terdapat kata benda tidak dapat dihitung, yakni berupa: /sugar/ atau /gula/. Oleh karena kata bendanya berupa /sugar/ yang merupakan kata benda tidak dapat dihitung, maka, quantifier "Much" -lah yang harus digunakan dan bukan /many/.

      Kesimpulan:
      How much: digunakan untuk menanyakan kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), dan
      How many: digunakan untuk menanyakan kata benda yang dapat dihitung (countable noun).

      Contoh lain penggunaan How Much:

      How much is it?

      Bisa berarti: "berapa banyak", bisa juga "berapa harga".

      Contoh lain:

      How much is the bag?
      (Berapa harga tas itu?)

      Catatan:
      Bahwasanya, pertanyaan how much pada contoh diatas, tidaklah mengacu pada kata benda /bag/. Artinya, bukan /bag/ sebagai kata benda yang dimaksud dalam pertanyaan itu melainkan mengacu pada "harga". Dalam hal ini, "harga" adalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Hanya saja tidak tertulis secara fisik kata "harga" pada pertanyaan itu.

      Bila ingin menggunakan kata "harga" atau bahasa inggrisnya "price" maka gunakanlah kata tanya: /what/ dan bukan /how/.

      Contoh:
      What price is the bag?
      (Berapa harga yang tertera pada tas itu?)

      Akan tetapi, pertanyaan seperti ini sangat kaku diterapkan khususnya dalam percakapan walaupun secara grammatical telah benar.



      Kamis, 09 Juni 2016

      Mengenal & Memahami Penulisan Surat Bahasa Inggris

      Mengenal Surat Berbahasa Inggris

      Surat (letter) adalah media komunikasi yang mengandung pesan (message) yang ditulis oleh pemilik pesan (sender) dan disampaikan/diteruskan pada penerima pesan (receiver) tersebut. Oleh karena itu, surat haruslah memiliki atribut (tanda pengenal) bahwa itu adalah sebuah surat khususnya surat berbahasa inggris (English Correspondences). Cara menulis surat berbahasa inggris sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Perbedaan itu sebenarnya bukanlah hal yang mendasar akan tetapi lebih terletak pada aspek formalitas penulisan dan ketertiban dalam penulisan surat berbahasa inggris agar layak disebut sebagai sebuah surat berbahasa inggris.

      Jenis-jenis Surat Bahasa Inggris

      Surat Berbahasa Inggris
      Surat berbahasa inggris banyak sekali macamnya, dari jenis surat biasa, informal hingga surat resmi. Masing-masing jenis surat tersebut memiliki aturan sendiri-sendiri yang kelak akan dibahas tuntas satu demi satu di pelg-grammar  ini. Selain itu, bahasan mengenai surat-menyurat ini nantinya akan difokuskan pada tingkat urgensitas (tingkat penting, lebih penting dan paling penting) dari sebuah surat.

      Unsur-unsur Umum pada sebuah Surat Berbahasa Inggris

      Berikut ini adalah hal pokok yang harus ada dalam penulisan surat berbahasa inggris, yakni:



      1. Nama pengirim beserta alamatnya
      2. Waktu dan tanggal surat
      3. Nama penerima dan alamat tujuan surat
      4. Subject surat (Judul surat --- merupakan inti pokok mengapa surat itu dikirim --- untuk tujuan apa)
      5. Salam Pembuka
      6. Pokok surat (Body of letter)
      7. Salam Penutup
      8. Tanda tangan dan Nama Pengirim.


      #Nama Pengirim Beserta Alamat Pengirim

      Unsur surat pertama adalah Nama pengirim beserta alamat pengirim surat.
      Contoh penulisan:

      Mr Abdullah Caesar
      Jl Muara Angke, No 14, RT04
      Kel Bunga, Kec Mawar
      Magelang, Jawa Tengah 56163


      Pada penulisan Nama dan alamat, hindari tanda baca titik (.) --- hanya diperbolehkan tanda baca koma (,). terkecuali bila anda mencantumkan alamat email, atau website personal anda,
      Contoh:

      Mr Abdullah Caesar
      Jl Muara Angke, No 14, RT04
      Kel Bunga, Kec Mawar
      Magelang, Jawa Tengah 56163
      abdulcaes@gmail.com


      Tanda baca titik-dua (:) dan plus (+) dapat dicantumkan bilamana nomor telpon/hp disertakan.
      Contoh:

      Mr Abdullah Caesar
      Jl Muara Angke, No 14, RT04
      Kel Bunga, Kec Mawar
      Magelang, Jawa Tengah 56163
      Telp: +62 857 6818 3511
      abdulcaes@gmail.com

      #Waktu/Tanggal Surat

      Bentuk penulisan waktu atau tanggal surat ini bergantung pada apakah surat itu ditujukan untuk orang yang Amerika (English American), British (English British), Australia, atau umum. Untuk menghindari kesalahan dalam penulisan waktu/tanggal surat ini, jalan terbaik adalah mencantumkan tanggal secara lengkap dengan urutan: tanggal/bulan/tahun.
      Contoh penulisan:

      28 October 2016

      Jadi, tidak perlu lagi untuk bingung menentukan apakah harus ditulis October 28, 2016 (AmE), 28nd October 2016 (GB) atau, October 28nd, 2016.

      #Nama & Alamat Penerima Surat

      Penulisan nama dan alamat penerima surat umumnya digunakan/ditulis khusus untuk surat resmi. Sedangkan surat biasa atau tidak resmi dapat mengabaikan bagian ini dan langsung saja menuju subject surat atau salam pembuka surat. Penulisan nama dan alamat penerima surat sama persis seperti penulisan nama dan alamat pengirim surat.

      #Subject Surat

      Subject surat sangat penting sebagai inti pokok dikirimnya sebuah surat. Subject surat disebut juga dengan judul surat. Pada penulisan subject surat ini, ditulis dengan cetak tebal atau diberi garis bawah tanpa menggunakan tanda baca apapun. Selain itu, setiap huruf awal dari kata-kata dalam subject tersebut ditulis dalam bentuk huruf kapital. Penulisan Subject tidak perlu panjang, jadi ditulis sesingkat mungkin tapi merepresentasikan (baca: mewakili) segenap apa yang ada dalam tubuh surat.
      Contoh Penulisan:

      Cara Mendaftar & Persyaratan Ujian Masuk

      #Salam Pembuka Surat

      Salam pembuka termasuk bagian surat terpenting. Dalam surat bahasa inggris, penulisan salam pembuka ditentukan oleh: apakah anda mengenal nama penerima atau tidak. Bila mengenal nama penerima surat, maka cantumkanlah nama tersebut di salam pembuka.
      Contoh Penulisan:

      Dear John Tombeng

      Contoh lain:
      Dear J Tombeng

      Bilamana tidak mengetahui/mengenal nama penerima surat, maka gunakan kata /sir/ atau /madam/.
      Contoh:

      Dear Sir
      Dear Madam

      Penulisan diatas tidak diikuti oleh tanda baca apapun walaupun terdapat singkatan nama --- dan, harus ditulis dengan huruf kapital (huruf besar) diawal kata-katanya.

      #Pokok Surat (Body of Letter)

      Pokok surat adalah rincian pesan yang akan dikomunikasikan. Sebaiknya, pokok surat memiliki paling banyak 3 buah paragraph, yang masing-masing paragraph mengandung ide pokok paragrap sebagai berikut:
      1. Ide Pokok Paragraph Pertama berisi tentang: Alasan dan sumber penyebab surat itu dikirim.
      2. Ide Pokok Paragraph Kedua berisi tentang: Rincian pesan yang ingin disampaikan.
      3. Ide Pokok Paragraph Ketiga berisi tentang: Follow-up atau harapan dan tindak lanjut pasca pengiriman surat.

      Contoh Penulisan:

      Paragraph Pertama:
      Reading your announcement in the daily "Merdeka" newspaper,
      I am interested in working for your company for the position of 
      general secretary.

      Paragraph Kedua:
      I was graduated from University of Indonesia,
      English department and have 4 years experience in the same field.
      I can operate computer and has good capacity in Microsoft Access,
      presentation and managing working agenda.
      Besides, I can speak English both oral and written fluently.

      Paragraph Ketiga:
      I look forward to hearing from you soon.

      Dari contoh diatas, kita dapat melihat bahwa pokok surat harus ditulis sesingkat mungkin akan tetapi menggambarkan hal-hal pokok yang paling penting untuk disampaikan. Hindari tanda baca seru, tanda baca tanya atau tanda baca yang bersifat membingungkan lainnya seperti @,*,^ ) dan sebagainya. Selain itu, pada surat lamaran kerja seperti yang dicontohkan diatas, tidak perlu menambahkan kata-kata atau kalimat seperti: ".............. sebagai bahan pertimbangan bapak, perkenankanlah saya lampirkan ... bla bla bla ... (lol) ..." yang jelas, surat lamaran umumnya telah mencantumkan (enclosed) referensi tambahan disamping surat lamaran diatas.

      #Salam Penutup

      Penulisan salam penutup ditulis berdasarkan salam pembuka. Bila pada salam pembuka diketahui nama tujuan atau nama si penerima surat, maka yang harus ditulis adalah ....
      Contoh Penulisan:

      Yours sincerely

      Bilamana tidak diketahui nama penerima surat, maka ditulis, sbb:

      Yours faithfully


      Pada penulisan salam penutup ini, huruf kapital hanya ditulis pada awalnya saja, yaitu pada kata-kata "yours" --> "Yours", sedangkan pada "sincerely" atau "faithfully" ditulis huruf kecil semua dan tanpa tanda baca apapun yang menyertainya.

      #Tanda tangan dan Nama Pengirim

      Yang terakhir adalah tanda tangan dan nama pengirim. Khusus nama pengirim ditulis seperti contoh berikut ini:

      Achmad Ramdhani

      Atau,

      A Ramdhani

      Bila dicantumkan jabatan profesi maka ditulis dibawahnya.
      Contoh:

      Achmad Ramdhani
      General Manager

      #Tambahan:
      Pada contoh surat lamaran, sering ditambahkan berkas referensi seperti; ijazah, kartu identitas, surat pengalaman kerja dan sebagainya. Ini disebut dengan Enclosed Letter atau yang menyertai surat atau Lampiran Surat Lamaran Kerja.
      Anda dapat mencantumkan lampiran tersebut dalam surat lamaran kerja tersebut.
      Contoh Penulisannnya:

      Enc: 3


      --- artinya, lampiran pada surat lamaran kerja anda ada 3 helai atau 3 eksemplar.


      Rabu, 08 Juni 2016

      Tips Menerjemahkan via Google Translate

      Bagaimana Cara Menerjemahkan Teks Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris di Google Translate

      Menerjemahkan suatu kalimat, paragraph atau teks menggunakan google translate terkadang (bahkan seringkali) tidak sesuai dengan grammar bahasa inggris. Apakah benar demikian? Pada dasarnya, google translate telah dikembangkan melalui tangan, pemikiran dan keahlian para ahli dibidang bahasa khususnya bahasa indonesia dan bahasa inggris. Itu berarti, google translate sudah mencakup kelengkapan dari aspek grammar (ketatabahasaan), jadi bukan hanya dari asal kata, kosakata (vocabulary) saja. Bila ternyata --- pada waktu teks bahasa indonesia akan diterjemahkan kedalam bahasa inggris melalui google translate masih ditemukan kerancuan dalam hal grammar khususnya susunan kalimatnya, maka kesalahan bukanlah terletak pada google translate sebagai mesin penerjemah tapi pada kita sendiri --- karena ketidaktahuan kita tentang bagaimana cara menggunakan google translate untuk kegiatan penerjemahan agar sesuai dengan grammar bahasa inggris.

      Cara Menggunakan Google Translate agar sesuai dengan Grammar Bahasa Inggris

      #Metode Penerjemahan

      English Translator | Google Translate | Pelg-grammar

      Ada 2 cara menerjemahkan yang merupakan wujud metode penerjemahan yang sering digunakan oleh para penerjemah yaitu:

      • Menerjemahkan berdasarkan konteks
      • Menerjemahkan berdasarkan faktor

      Contextual Translation

      Bagaimana cara menerjemahkan berdasarkan konteks? Contextual Translation (Menerjemahkan berdasarkan konteks) adalah dengan cara menghubungkan antara kalimat sebelumnya dan kalimat sesudahnya (jika ada). Dengan cara ini akan dapat dipastikan arti atau makna suatu kata atau kalimat secara jelas dan mendekati ketepatan makna hingga 90%.

      Misalnya, kita akan mencoba menerjemahkan makna yang terkandung dalam kalimat tanya: /how long have you been staying here?/ setelah membaca potongan paragrap berikut ini:

      "...... She lives 45 kilometers from the company where she is working now, ....... She will have stayed in an apartment for 12 months."

      Linda's friend: "How long have you been staying here?"
      Linda: "about 10 months".

      Sekarang, apa makna yang terkandung dalam kalimat tanya /How long have you been staying here?/ tersebut?. Bila kita melihat dan membaca konteks kalimat dalam potongan paragrap tersebut, diketahui bahwa Linda bekerja di perusahaan tersebut yang lokasinya 45 kilometer dari tempat tinggalnya yang asli. Sekarang dia mau tidak mau harus tinggal di apartemen dimana ia dapat menjangkau perusahaan tempat ia bekerja lebih dekat dan harus tinggal selama 1 tahun di apartemen tersebut.
      Perhatikan penggunaan kata /live/ yang berarti /tinggal dan menetap/ dengan kata /stay/ yang berarti /tinggal -- untuk sementara atau tidak menetap/. Itulah yang membuat teman Linda menanyakan pertanyaan tersebut, sehingga kita dapat menerjemahkan pertanyaan tersebut, yaitu: "berapa lama kamu tinggal di apartemen tersebut?". Menerjemahkan /here/ dengan /di apartemen/ lebih mendekati makna yang sebenarnya oleh karena konteks paragraph itu mengacu pada /........ stayed in an apartment ..... / walaupun pada saat teman linda mengeluarkan pertanyaan itu, mereka sedang berada di tengah pasar atau ditempat Linda bekerja.

      Factor Translation

      Menerjemahkan berdasarkan faktor yaitu menerjemahkan berdasarkan asumsi penerjemah yang ia yakini tentang bagaimana suatu konteks kalimat itu ditulis oleh penulis aslinya berdasarkan pengaruh sosial, budaya, politik dan keadaan yang mempengaruhi saat ia menulis konteks tersebut. Cara menerjemahkan seperti ini sangat kompleks dan rumit dan hanya diterapkan oleh penerjemah resmi/pakar yang benar-benar mengerti seluk-beluk aspek bahasa dan aspek penerjemahan. Penerjemahan dengan metode ini tidak hanya mengkaitkan aspek grammatical, dialektis dan sumber acuan lainnya, tapi juga mencoba berusaha untuk menafsirkan keadaan (kondisi) yang mempengaruhi penulis aslinya pada waktu menulis bacaan yang akan diterjemahkan tersebut. Penerjemahan dengan cara ini sama saja dengan apa yang sering kita dengar dengan istilah "penyambung lidah .....". Itu berarti, hasil terjemahannya dapat dipastikan 100 persen tepat dan akurat.


      #Menerjemahkan Menggunakan Google Translate

      Menyimak uraian diatas, kegiatan penerjemahan ternyata tidaklah semudah yang dikira oleh banyak orang. Ada kaidah/norma tertentu didalam proses penerjemahan, pun begitu pula dengan Google translate.

      Penyebab Kerancuan Aspek Grammar pada Google Translate

      Apa yang menjadi penyebab utama munculnya kerancuan dalam aspek grammar pada waktu kita hendak menerjemahkan dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dengan menggunakan google translate?

      1. Penyebab utamanya adalah penggunaan istilah-istilah yang tidak dikenal oleh google translate.
      Contoh:
      kita sering menggunakan kata "kenapa" daripada "mengapa", dsb.
      Contoh lainnya: sih, gak, gue, emang, seberapa, ngapain, dsb.

      2. Kesalahan dalam hal spelling (ejaan).
      Contoh:
      brapa --> seharusnya: berapa
      karna --> seharusnya: karena

      3. Sering menggunakan singkatan yang tidak perlu.
      Contoh:
      t'lah --> seharusnya: telah
      sll --> seharusnya: selalu.
      spt --> seharusnya: seperti.

      4. Kesalahan dalam tata susunan (struktur) kalimat.
      Contoh - coba bedakan hasil terjemahan antara:

      sudahkah kamu menikah? dengan: apakah kamu sudah menikah?

      Hasilnya adalah:
      Sudahkah kamu menikah? --=> Have you been married?
      Apakah kamu sudah menikah? --=> Are you married?

      Secara sekilas keduanya tidak ada perbedaan. Bahkan keduanya sudah diterjemahkan google dengan grammar yang tepat. Akan tetapi, yang manakah hasil terjemahan yang paling kontekstual? Jawabnya tentu "Are you married?". Oleh karena makna "have you been married?" lebih cenderung memberi kesan "baru saja" menikah atau kemungkinan setelah menikah akan bercerai atau menikah lagi. Sedangkan "are you married?" lebih memberi kesan "status" pernikahan. Kesalahan ini timbul dikarenakan kita salah dalam memasukan sumber kalimat asalnya (yaitu, bahasa indonesia-nya).

      Dari berbagai sumber yang kami dapatkan, permasalahan terbanyak justru terdapat pada point nomor 4 (empat) diatas, dimana sering terjadi kesalahan dalam struktur bahasa asal (bahasa indonesia) yang kita ajukan ke google translate.
      Pada kalimat yang mengandung pertanyaan, google translate lebih cenderung memprioritaskan (agar hasil terjemahannya sesuai dengan apa yang kita inginkan) bentuk-bentuk pertanyaan:
      Yes/no Question dan Question Word.

      Dalam kasus ini, penggunaan kata "Apakah" yang mengacu pada "Yes/No Question" lebih cenderung hasilnya bagus ketimbang menggunakan kata bantunya seperti: sudahkah, akankah, haruskah, dsb.

      #Tips Menerjemahkan Menggunakan Google Translate

      Agar hasil terjemahan google translate tersebut lebih optimal dan bagus, berikut ini tips bagaimana cara membuat kalimat atau paragraph yang bisa dipahami oleh google translate.

      1. Kalimat Positif (Positive Sentence)

        Caranya:
        Gunakanlah pola kalimat baku yang merupakan unsur kalimat/pesan inti yang ingin diterjemahkan.
        Misalnya:
        "Saya ingin pergi ke pusat perbelanjaan."
        Tapi bila anda memasukkan kalimat: "Saya ingin ke pusat perbelanjaan" maka kalimatnya menjadi salah.
        .
        Selain itu, kalimat /Saya ingin pergi ke pusat perbelanjaan/ akan ditafsirkan google bahwa anda ingin berbelanja. Dengan kata lain, "apa tujuan anda pergi ke pusat perbelanjaan selain berbelanja?" dan itulah sebabnya, google akan menerjemahkan: "I want to go shopping". Akan sama hasilnya bila anda memasukkan kalimat baku berikut: "Saya ingin pergi berbelanja".
        .
        Pada level bentuk waktu (tenses), sebaiknya anda menggunakan salah satu dari 2 unsur berikut ini:
        • Gunakan kata keterangan waktu untuk menandai kapan terjadinya sesuatu itu.
          Contoh:
          Kemarin saya belajar bahasa inggris.
          .
          Coba bedakan dengan kalimat:
          Sekarang saya belajar bahasa inggris.
          .
          Dengan cara diatas, google translate akan menerjemahkan sesuai tenses (bentuk waktu) bahasa inggris yang tepat.
        • Gunakan susunan kata bantu bahasa inggris berdasarkan terjemahan kata per kata yang mencakup:
          akan
          akan telah
          akan telah sedang
          sedang
          akan sedang
          telah sedang
          .
          dan, adalah lebih bagus bila ditambahkan kata keterangan waktu seperti contoh diatas.
          .
        .
      2. Kalimat Negatif (Negative Sentence)

        Google translate mengenali kalimat negatif dari kata "tidak" dan "bukan" secara lebih tepat ketimbang kata negasi lainnya.
        Contoh:
        Saya tidak mengerti --> I do not understand.
        .
        Google translate akan menerjemahkan kata negasi "tidak" pada verbal sentence dan kata "bukan" pada nominal sentence (lihat bahasan mengenai: verbal dan nominal bahasa inggris).
        Selain itu, apabila anda memasukan kata kerja transitif pada sebuah kalimat, maka hendaklah gunakan object-nya. Bila tidak, maka google akan salah dalam menerjemahkannya.
        Contoh:
        saya sedang tidak belajar.
        Kalimat ini mengandung kata kerja transitive berupa: /belajar/ sehingga harus ditambah dengan object agar sesuai dengan pola kalimat sebenarnya dan tenses-nya.
        .
        Jadi yang benar adalah:
        Saya sedang tidak belajar Bahasa Inggris.
        Disini, kata "Bahasa Inggris" adalah object-nya dari kata kerja "belajar".
        .
      3. Kalimat Pertanyaan (Interrogative Sentence --- termasuk Yes/No Question).

        Pada bentuk kalimat pertanyaan, gunakanlah kata tanya bila bukan berwujud yes/no question atau gunakan ungkapan seperti halnya yes/no question.
        Contoh:
        Apa itu?
        Apakah kamu setuju?
        .
        Catatan:
        Gunakan tanda tanya (?) diakhir kalimat tanya untuk menghindari salah-tafsir yang dilakukan oleh google. Misalnya, coba masukkan kedua kalimat berikut ini dan lihat perbedaannya:
        Apa itu
        Apa itu?
        .

      Tambahan:
      Biasakanlah menggunakan tanda baca yang tepat, seperti koma, titik, tanda tanya dan tanda seru sesuai kalimatnya untuk menghindari dualisme dalam penerjemahan yang dihasilkan.
      --- google editorial: menterjemahkan atau menerjemahkan.